![]() |
| Menaker Yassierli melepas peserta mudik gratis pekerja dan Ojol |
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli,
mengatakan program bertema “Mudik Aman, Berbagi Harapan” ini merupakan wujud
kepedulian pemerintah sekaligus dorongan kepada dunia usaha untuk memberikan
perhatian lebih kepada pekerja. Sebanyak 230 armada bus diberangkatkan dari
berbagai titik menuju sejumlah daerah di Pulau Jawa dan Sumatera.
“Program ini bukan sekadar
fasilitas transportasi, tetapi bentuk nyata kepedulian agar pekerja bisa pulang
dengan aman, nyaman, dan selamat,” ujar Yassierli di Jakarta, Selasa
(17/3/2026).
Ia menambahkan, tahun ini program
diperluas dengan melibatkan pengemudi ojol agar manfaatnya semakin dirasakan
oleh pekerja sektor informal. Kemnaker juga menggandeng berbagai mitra,
termasuk perusahaan dan lembaga seperti BPJS Ketenagakerjaan, dalam
pelaksanaannya.
Selain itu, Kemnaker menaruh perhatian pada aspek keselamatan dengan melakukan pemeriksaan K3 bagi pengemudi dan kernet bus di sejumlah wilayah. Pemeriksaan dilakukan bersama Perhimpunan Ergonomi Indonesia dan perguruan tinggi, meliputi tes kesehatan hingga pengukuran kewaspadaan berbasis komputer.

Menaker Yassierli memberikan saat melepas peserta mudik gratis
Di sisi lain, Yassierli menegaskan
pengawasan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) juga menjadi prioritas. Posko
THR Kemnaker telah menerima lebih dari seribu aduan terkait keterlambatan,
ketidaksesuaian, hingga tidak dibayarkannya THR, yang kini tengah
ditindaklanjuti oleh pengawas ketenagakerjaan.
“Setiap laporan akan kami periksa
dan tindak tegas jika terbukti melanggar. Perusahaan tetap wajib membayar THR,
termasuk denda jika terlambat,” tegasnya. (*/red).
