![]() |
| Tugu Peristiwa BLA |
Jejak peristiwa heroik ini kini
diabadikan melalui 10 stilasi monumen kecil yang tersebar di titik-titik
penting Kota Bandung. Stilasi-stilasi ini dibangun oleh komunitas Bandung
Heritage bekerja sama dengan American Express Foundation dan dirancang oleh
seniman Sunaryo. Setiap stilasi setinggi sekitar 140 cm menampilkan informasi
sejarah, peta jalur pengungsian, kisah di lokasi tersebut, serta penggalan lagu
Halo-Halo Bandung, lengkap dengan ornamen bunga Patrakomala khas Bandung.
Sepuluh stilasi tersebut tersebar
di lokasi bersejarah, antara lain:
- Gedung De Driekleur – Lokasi pertama teks proklamasi dibacakan di Bandung.
- Gedung Denis – Tempat pejuang
merobek bendera Belanda pada Oktober 1945.
![]() |
| Tugu Prestiwa BLA |
- Eks Nederlandsch Indische Escompto
Maatschappij – Markas rapat TKR pada 13 Oktober 1945.
- Gudang di Jalan Ciguriang – Salah
satu titik stilasi tersembunyi di dalam rumah pertokoan.
- Depan SD Dewi Sartika – Bagian
jalur pengungsian menuju Bandung Selatan.
- Tepi Jalan Dewi Sartika – Lokasi
bekas markas komando Divisi III Siliwangi.
- Komplek Belakang Kampus Unpas –
Kawasan pemukiman warga Indo-Belanda.
- Jalan Jembatan Baru – Garis
pertahanan pejuang saat pertempuran Lengkong.
- SD Negeri Asmi – Lokasi markas
pemuda PSINDO dan BBRI serta pengungsian.
- Depan Gereja Gloria – Bekas
pemancar NIROM untuk menyebarkan proklamasi kemerdekaan.
Keberadaan stilasi ini tidak hanya
menjadi penanda lokasi, tetapi juga pengingat keberanian dan pengorbanan warga
Bandung. Di tengah perkembangan kota, stilasi tersebut menghubungkan generasi
masa kini dengan sejarah heroik masa lalu, mengajak masyarakat untuk memahami
bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini lahir dari keberanian untuk berkorban
demi masa depan bangsa. (red).

