Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Aktifkan 6 TPST, DLH Bandung Kejar Target Pengolahan Sampah 450 Ton per Hari

Kamis, 30 April 2026 | 12:39 WIB Last Updated 2026-04-30T05:39:10Z
Klik
DLH Kota Bandung akan diaktiffkan kembali  TPST


BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Pemerintah Kota melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung terus mempercepat penanganan persoalan sampah dengan mengoptimalkan fasilitas pengolahan di tingkat kota. Salah satu langkah strategis yang kini dilakukan adalah mengaktifkan kembali enam Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang sebelumnya sempat berhenti beroperasi.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq, mengatakan reaktivasi TPST menjadi kunci untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sampah harian. Sejumlah lokasi seperti Nyengseret, Tegallega, dan Cicukang Holis menjadi prioritas untuk segera difungsikan kembali.

“Secara skala kota ada peningkatan pengolahan sekitar 100 ton per hari. Targetnya dalam satu bulan bisa tercapai,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Saat ini, pengolahan sampah di Kota Bandung berada di angka sekitar 350 ton per hari. Dengan optimalisasi enam TPST tersebut, DLH menargetkan kapasitas pengolahan meningkat menjadi 450 ton per hari.

Namun demikian, Salman menegaskan bahwa proses pengaktifan kembali fasilitas tidak dapat dilakukan secara instan. DLH masih menyelesaikan berbagai aspek administratif dan memastikan kesiapan infrastruktur agar operasional berjalan optimal.

Selain itu, kolaborasi lintas sektor juga terus diperkuat. Salah satunya melalui koordinasi dengan TNI terkait pemanfaatan lahan di Secapa untuk pengoperasian fasilitas pengolahan sampah.

“Kami terus berkomunikasi untuk mengaktifkan kembali teknologi yang sudah tersedia di sana,” katanya.

Di sisi lain, pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti masih menghadapi keterbatasan kuota, yakni sekitar 980 ton per hari. Kondisi ini membuat DLH harus melakukan pengaturan distribusi sampah secara ketat, terutama saat volume sampah meningkat.

Hasil pengelolaan Sampah menjadi ECO Enzyme


“Beberapa hari ke depan kuota diperkirakan habis. Kami prioritaskan pengangkutan di titik-titik krusial,” ujarnya.

DLH juga mencatat sejumlah titik penumpukan sampah yang menjadi perhatian. Kawasan Pasar Induk Gedebage telah berhasil dibersihkan, sementara eks TPA Dago dan wilayah Ciwasta masih dalam penanganan bertahap.

Upaya pengurangan sampah dari sumbernya juga terus digencarkan melalui edukasi masyarakat. Program pengolahan sampah organik seperti komposting, rumah maggot, dan produksi gas dinilai efektif dalam menekan volume sampah.

Dalam waktu dekat, DLH juga akan menguji coba mesin pengolahan sampah bantuan TNI Angkatan Darat yang diharapkan mampu mempercepat proses reduksi sampah di lapangan, khususnya di kawasan Ciwasta.

Sementara itu, program berbasis masyarakat seperti Gaslah menunjukkan tren positif. Target pengolahan yang semula dipatok sekitar 40 ton per hari bahkan kerap terlampaui.

Untuk mengantisipasi kelebihan kapasitas, DLH menyiapkan sejumlah lokasi alternatif, termasuk eks TPA Jelekong yang kini difungsikan sebagai pusat produksi kompos dan media tanam.

Melalui kombinasi reaktivasi fasilitas, kolaborasi lintas sektor, serta penguatan peran masyarakat, Pemkot Bandung optimistis target pengolahan 450 ton sampah per hari dapat segera tercapai sekaligus mengurangi ketergantungan pada TPA. (rob/red).

×
Berita Terbaru Update