Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bahas LKPJ 2025, Komisi IV DPRD Jabar Soroti Infrastruktur dan Dorong Perbaikan Kinerja Mitra

Minggu, 12 April 2026 | 21:33 WIB Last Updated 2026-04-12T14:33:39Z
Klik
Anggota Komisi IV DPRD Jabar H.Zulkifly Chaniago, BE dari Fraksi Demokrat



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- DPRD Provinsi Jawa Barat melalui Komisi IV memberikan sejumlah catatan strategis terhadap kinerja mitra kerja sektor infrastruktur saat membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2025.

Evaluasi tersebut dilakukan dalam rapat bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di wilayah Cirebon, Rabu (8/4/2026). Pembahasan ini menjadi bagian dari upaya legislatif dalam mengkaji efektivitas program pembangunan infrastruktur yang telah berjalan selama satu tahun anggaran.

Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Zulkifly Chaniago, menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan pendalaman terhadap kinerja mitra kerja, khususnya di bidang jalan, perhubungan, dan sumber daya air.

Dalam rapat tersebut, Komisi IV meminta setiap OPD memaparkan capaian program kerja tahun 2025 sebagai bahan evaluasi terhadap LKPJ Gubernur. Mitra kerja yang hadir di antaranya UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah VI Cirebon, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR), UPTD Pengelolaan Sumber Daya Air wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung, serta Dinas Perhubungan wilayah Cirebon.

Dari sektor jalan, Komisi IV mengapresiasi capaian tingkat kemantapan jalan yang mencapai 95 persen oleh UPTD PJJ Wilayah VI. Meski demikian, dewan tetap menekankan pentingnya peningkatan intensitas pemeliharaan agar kualitas jalan tetap terjaga dan tidak mengalami penurunan fungsi.

Sementara di sektor perhubungan, realisasi pemasangan penerangan jalan umum (PJU) telah mencapai 100 persen. Namun, Komisi IV menemukan sejumlah kendala di lapangan, seperti adanya titik yang belum teraliri listrik serta pemasangan PJU ganda yang dinilai berpotensi menimbulkan inefisiensi anggaran, khususnya dalam biaya listrik.

Adapun pada sektor sumber daya air, perhatian difokuskan pada persoalan tumpang tindih pencatatan aset antara pemerintah kabupaten/kota, provinsi, dan pusat. Selain itu, Komisi IV juga menilai perlunya peningkatan alokasi anggaran guna mendukung program ketahanan pangan secara lebih optimal.

Sebagai tindak lanjut, DPRD Provinsi Jawa Barat melalui Komisi IV merekomendasikan peningkatan pemeliharaan infrastruktur jalan, penataan ulang sistem PJU agar lebih efisien, serta pembenahan tata kelola aset dan penguatan anggaran di sektor sumber daya air.

Meski memberikan sejumlah catatan, Komisi IV tetap mengapresiasi kinerja mitra kerja yang secara umum dinilai cukup baik dan menunjukkan capaian positif. Ke depan, seluruh program diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jawa Barat. (syaf/sein).

×
Berita Terbaru Update