Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

BPS Luncurkan Sensus Ekonomi 2026 di Bandung, Jadi Percontohan Nasional

Kamis, 23 April 2026 | 22:48 WIB Last Updated 2026-04-23T15:48:14Z
Klik
Wali kota Bandung Farhan bersama Kepala BPS RI Amalia Adininggar meluncurkan Sensus Ekonomi 2026



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Badan Pusat Statistik (BPS) resmi meluncurkan dan mensosialisasikan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kota Bandung, Kamis (23/4/2026). Peluncuran ini menjadikan Bandung sebagai daerah pertama sekaligus percontohan nasional dalam pelaksanaan sensus yang digelar setiap 10 tahun tersebut.

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan Kota Bandung dipilih karena dinilai memiliki kesiapan serta praktik baik (best practice) yang dapat diadopsi oleh daerah lain, termasuk wilayah di Jawa Barat seperti Kabupaten Garut.

“Sensus ekonomi ini bukan hanya milik BPS, tetapi milik kita semua. Partisipasi masyarakat sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan untuk mendukung kebijakan pembangunan,” ujarnya saat kegiatan sosialisasi di Balai Kota Bandung.

Amalia menegaskan, Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting untuk memotret perubahan struktur ekonomi nasional, terutama setelah pandemi COVID-19 serta pesatnya pertumbuhan ekonomi digital. Aktivitas ekonomi berbasis platform seperti perdagangan elektronik hingga layanan digital menjadi sektor yang kini memiliki kontribusi signifikan.

Mengacu pada hasil Sensus Ekonomi 2016, Jawa Barat didominasi oleh usaha mikro kecil (UMK) dengan jumlah mencapai 4,5 juta unit usaha. Namun, data tersebut dinilai sudah tidak lagi merepresentasikan kondisi terkini.

Palu dipukulkan saat peresmian peluncuran Sensus Ekonomi 2026


“Banyak aktivitas ekonomi baru yang berkembang, seperti e-commerce, bank emas, hingga ekonomi hijau. Semua itu akan kami potret dalam sensus kali ini,” katanya.

Sensus Ekonomi 2026 akan mencakup seluruh aktivitas usaha, baik formal maupun informal, mulai dari skala rumah tangga hingga perusahaan besar. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga metode, yakni pengisian mandiri secara daring, wawancara langsung oleh petugas, serta penggunaan kuesioner digital berbasis perangkat gawai.

Untuk menjamin keamanan data, BPS memastikan setiap petugas dibekali identitas resmi dan QR Code sebagai alat verifikasi. Selain itu, sistem enkripsi diterapkan guna menjaga kerahasiaan informasi responden.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyambut baik pelaksanaan sensus tersebut. Ia menekankan pentingnya data statistik sebagai dasar dalam perumusan kebijakan yang tepat sasaran.

“Setiap kebijakan harus berbasis data. Dengan data yang akurat, program yang dijalankan akan lebih terukur dan efektif,” ujarnya.

Farhan juga menyoroti posisi strategis Bandung sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor digital, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Ia menyebut, Pemerintah Kota Bandung telah mengembangkan program Layanan Catatan Informasi hingga tingkat RW (LACI RW) untuk mendukung integrasi data dengan BPS.

Pemkot Bandung, lanjutnya, berkomitmen penuh menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 guna menghadirkan data yang mutakhir, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Data statistik harus menjadi fondasi menuju Bandung yang unggul, Jawa Barat istimewa, dan Indonesia maju,” kata Farhan. (kyy/red).

×
Berita Terbaru Update