![]() |
| Menaker Yassierli saat menyerahkan bantuan pemulihan kepada warga Sumut dan Aceh terdampak bencana |
Penyaluran bantuan ini menjadi
bagian dari program Kemnaker Peduli yang tidak hanya berfokus pada bantuan
sosial, tetapi juga pada penguatan keterampilan dan kemandirian ekonomi
masyarakat. Dalam sambutannya, Yassierli menyampaikan empati mendalam kepada
masyarakat terdampak, seraya menegaskan pentingnya kolaborasi dan semangat
gotong royong dalam menghadapi masa pemulihan.
“Bencana tidak hanya berdampak pada
kerugian material, tetapi juga mengguncang aspek sosial dan ekonomi. Namun
dengan ketangguhan masyarakat, kita optimistis bisa bangkit bersama,” ujarnya.
Bantuan yang disalurkan mencakup
berbagai program strategis. Di antaranya pelatihan vokasi bagi lebih dari 6.900
peserta di kedua provinsi dengan total anggaran lebih dari Rp25 miliar, program
padat karya senilai Rp4 miliar untuk membuka lapangan kerja sementara, serta
bantuan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) bagi 400 penerima guna mendorong lahirnya
usaha kecil baru.
Selain itu, Kemnaker juga memberikan santunan kepada pekerja terdampak serta dukungan wirausaha melalui program MPSI yang dilengkapi pelatihan dan modal usaha. Seluruh program ini dirancang agar masyarakat tidak hanya pulih, tetapi juga memiliki daya saing dan kemandirian ekonomi ke depan.
Menaker Yassierli bersama peserta pelatihan Vokasi
Yassierli menegaskan bahwa upaya
pemulihan tidak berhenti pada bantuan awal. Kemnaker bersama berbagai pihak
akan terus menghadirkan program pelatihan berbasis kebutuhan pascabencana,
peningkatan kompetensi kerja, hingga penguatan produktivitas masyarakat.
“Pemulihan harus berkelanjutan.
Kita ingin masyarakat benar-benar bangkit, bekerja kembali, dan memiliki usaha
yang mampu bertahan dalam jangka panjang,” tegasnya.
Melalui langkah ini, pemerintah berharap
masyarakat Sumatera Utara dan Aceh dapat segera pulih dan kembali menjalankan
aktivitas ekonomi secara normal, bahkan lebih kuat dari sebelumnya. (*/red).
