![]() |
| Komisi IV saat menunjau lapangan infrastruktur jalan Provinsi |
Salah satu perhatian utama adalah
capaian indikator makro, khususnya koefisien gini (gini ratio) yang dinilai
belum mencapai target. Kondisi ini dinilai masih menjadi pekerjaan rumah yang
harus ditangani secara serius oleh lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat,
Zulkifly Chaniago, menegaskan pentingnya langkah konkret untuk memperbaiki
capaian tersebut agar ketimpangan ekonomi dapat ditekan.
Selain itu, Komisi IV juga
menyoroti persoalan tunda bayar yang masih terjadi, terutama di sektor
perhubungan dan bina marga. Penumpukan pembayaran di akhir tahun anggaran
dinilai berdampak pada tidak optimalnya pengelolaan keuangan daerah.
“Penumpukan di akhir tahun tidak
boleh terus terjadi. Perencanaan harus lebih disiplin, dan seluruh pihak wajib
mengikuti mekanisme penagihan sesuai termin,” ujar Zulkifly di Karawang, Kamis
(2/4/2026).
Ia mengingatkan, pola penyerapan
anggaran yang menumpuk di penghujung tahun berpotensi mengganggu stabilitas
fiskal daerah. Oleh karena itu, perbaikan sistem perencanaan dan pelaksanaan
anggaran menjadi hal yang mendesak.
Komisi IV juga meminta seluruh OPD
untuk menyampaikan capaian kinerja secara transparan, baik dari sisi realisasi
keuangan maupun efektivitas program. Evaluasi menyeluruh dinilai penting agar
setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.
“Seluruh OPD harus menjelaskan
capaian kinerjanya secara terbuka, termasuk tindak lanjut atas rekomendasi
tahun sebelumnya,” katanya.
Lebih lanjut, hasil pembahasan LKPJ
ini akan menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi DPRD kepada Gubernur Jawa
Barat. Rekomendasi tersebut diharapkan mampu mendorong perbaikan perencanaan
dan pelaksanaan program pembangunan ke depan agar lebih optimal, tepat sasaran,
dan akuntabel.
Dengan evaluasi yang komprehensif,
DPRD Jawa Barat berharap kinerja pemerintah daerah semakin meningkat serta
mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan di Jawa Barat. (sayf/sein).
