![]() |
| Bahas LKPJ Gubernur 2025, Komisi V DPRD Jabar soroti kinerja OPD |
Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat,
Encep Sugiana, menyampaikan bahwa capaian yang melebihi target perlu dikaji
secara menyeluruh. Evaluasi diperlukan untuk memastikan apakah kondisi tersebut
mencerminkan kinerja optimal atau justru menunjukkan perencanaan yang belum
akurat.
“Perlu dilihat secara komprehensif,
apakah target yang ditetapkan sebelumnya kurang tepat atau pelaksanaan program
memang berjalan sangat baik,” ujar Encep di Kota Bekasi, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, pembahasan LKPJ menjadi
momentum penting untuk mengevaluasi pelaksanaan program pemerintah daerah
secara menyeluruh. Kegiatan pendalaman dilakukan selama tiga hari di sejumlah
daerah, mulai dari Purwakarta hingga Bekasi.
Fokus pembahasan mencakup berbagai
sektor strategis, di antaranya pendidikan, sosial, kebencanaan, kepemudaan dan
olahraga, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, hingga sektor
ketenagakerjaan dan kesehatan.
Dalam proses tersebut, Komisi V turut melibatkan berbagai perangkat daerah seperti Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga Dinas Kesehatan beserta jajaran rumah sakit dan laboratorium daerah.

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Encep Sugiana
Encep menegaskan bahwa LKPJ bukan
sekadar laporan administratif, melainkan instrumen penting untuk mengukur
efektivitas program pemerintah daerah.
“Hasil pembahasan ini diharapkan
menjadi acuan dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran ke depan agar lebih
tepat sasaran dan sesuai kebutuhan riil masyarakat,” katanya.
Seluruh hasil evaluasi di tingkat
komisi selanjutnya akan dirumuskan menjadi rekomendasi resmi DPRD Jawa Barat
melalui Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Gubernur 2025.
Melalui rekomendasi tersebut, DPRD
berharap dapat mendorong peningkatan kualitas perencanaan program serta
memperkuat pelayanan publik di Jawa Barat secara nyata dan berkelanjutan.
