Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Menaker Dorong Hubungan Industrial Transformatif Hadapi Era AI

Jumat, 03 April 2026 | 19:58 WIB Last Updated 2026-04-03T12:58:37Z
Klik
Menaker Yassierli buka Munas thn 2026 FSP FARKES KSPSI di Jakarta



JAKARTA, FAKTABANDUNGRAYA,--- Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan pentingnya transformasi hubungan industrial di Indonesia agar mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Hal tersebut disampaikan Yassierli saat membuka Musyawarah Nasional Tahun 2026 Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan (FSP FARKES) KSPSI di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Menurutnya, hubungan industrial tidak cukup hanya berada pada level harmonis, tetapi harus berkembang menjadi transformatif. Dalam konsep ini, pekerja dan pengusaha tidak lagi berhadapan, melainkan menjadi mitra strategis yang tumbuh bersama.

“Hubungan industrial harus naik kelas. Tidak hanya harmonis, tetapi juga transformatif, di mana pekerja dan perusahaan menjadi mitra strategis,” ujar Yassierli.

Ia menjelaskan, transformasi tersebut menjadi kebutuhan mendesak seiring perubahan struktur pekerjaan akibat digitalisasi, otomasi, dan pemanfaatan AI di berbagai sektor, termasuk kesehatan dan farmasi.

Dalam konteks itu, Yassierli menekankan bahwa inovasi dan peningkatan produktivitas harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap pekerja.

“Kita harus memastikan tidak ada pekerja yang tertinggal. Inovasi dan produktivitas harus sejalan dengan perlindungan pekerja,” katanya.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa hubungan industrial yang kuat dibangun secara bertahap, mulai dari kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan, komunikasi terbuka, konsultasi dalam pengambilan kebijakan, hingga kolaborasi dan kemitraan strategis.

Pada tahap tersebut, pekerja dipandang sebagai aset penting perusahaan, bukan sekadar faktor produksi. Dengan pendekatan ini, hubungan industrial tidak hanya berfungsi meredam konflik, tetapi juga meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha.

Yassierli juga mendorong perusahaan dan pekerja untuk terus meningkatkan kualitas hubungan industrial, termasuk melalui pembentukan serikat pekerja serta penyusunan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang adil dan solutif.

Menaker Yassierli bersama peserta Munas FSP FARKES KSPSI


Ia menilai, peningkatan kesejahteraan pekerja tidak dapat dilepaskan dari produktivitas. Oleh karena itu, hubungan industrial harus dibangun di atas kepercayaan, komunikasi, dan semangat mencari solusi bersama.

Selain itu, ia mengajak seluruh pihak mengedepankan dialog sosial yang konstruktif dengan mengacu pada nilai-nilai gotong royong dan musyawarah mufakat sebagai kekuatan khas Indonesia.

“Kita punya budaya gotong royong. Dengan itu, persoalan hubungan industrial bisa diselesaikan secara adil dan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui momentum musyawarah nasional ini, Yassierli berharap serikat pekerja tidak hanya memperjuangkan hak-hak pekerja, tetapi juga berperan aktif dalam mendorong inovasi, produktivitas, serta adaptasi terhadap perubahan dunia kerja.

Menurutnya, hubungan industrial yang transformatif menjadi salah satu kunci untuk mempersiapkan dunia kerja Indonesia menghadapi masa depan menuju Indonesia Maju dan Indonesia Emas. (*/red).

×
Berita Terbaru Update