Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Menaker Yassierli: Serikat Pekerja Mitra Strategis Perusahaan, Bukan Lawan

Jumat, 17 April 2026 | 07:06 WIB Last Updated 2026-04-17T00:06:02Z
Klik
Menaker Yassierli : Serikat Pekerja Mitra Strategis Perusahaan, Bukan Lawan



JAKRTA, FAKTABANDUNGRAYA,--- Yassierli menegaskan bahwa serikat pekerja memiliki peran penting sebagai mitra strategis perusahaan, bukan sebagai pihak yang berseberangan. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) XVI antara manajemen PT Bridgestone Tire Indonesia dan serikat pekerja perusahaan di Karawang, Kamis (16/4).

Dalam kesempatan itu, Yassierli menekankan bahwa keberadaan serikat pekerja merupakan bagian penting dalam menjaga keseimbangan hubungan industrial. Ia menyebut, serikat pekerja berfungsi memastikan hak-hak fundamental pekerja yang telah dijamin negara dapat terpenuhi melalui mekanisme dialog yang konstruktif.

“Kehadiran serikat pekerja bukan untuk mengganggu perusahaan, melainkan untuk memastikan hak-hak pekerja terpenuhi melalui dialog yang kondusif,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mendorong agar hubungan antara pekerja dan perusahaan tidak berhenti pada tahap harmonis semata. Menurutnya, hubungan industrial di Indonesia perlu berkembang ke arah yang lebih kolaboratif dan transformatif, di mana kedua belah pihak memiliki visi bersama dalam meningkatkan produktivitas, inovasi, serta daya saing perusahaan.

Yassierli menilai, selama ini banyak hubungan industrial yang hanya berfokus pada tercapainya kesepakatan tanpa mendorong peningkatan kinerja secara optimal. Padahal, kolaborasi yang kuat antara pekerja dan manajemen dapat menjadi kunci dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis.

Yassierli melihat prabrik PT Bridgestone Tire Indonesia di Karawang


Penandatanganan PKB XVI ini pun dipandang sebagai momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara perusahaan dan pekerja. Melalui kesepakatan tersebut, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang lebih produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

Dengan pendekatan yang lebih kolaboratif, pemerintah berharap hubungan industrial di Indonesia mampu naik kelas dan berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. (*/red).

×
Berita Terbaru Update