Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Menaker Yassierli Tekankan Pencegahan, Balai K3 Diminta Jadi Garda Depan Lindungi Nyawa Pekerja

Rabu, 15 April 2026 | 15:19 WIB Last Updated 2026-04-15T08:19:32Z
Klik
Yassierli menegaskan bahwa keselamatan pekerja tidak boleh menjadi taruhan dalam aktivitas industri


JAKARTA, FAKTABANDUNGRAYA,--- Yassierli menegaskan bahwa keselamatan pekerja tidak boleh menjadi taruhan dalam aktivitas industri. Ia meminta seluruh jajaran Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk lebih proaktif dalam mencegah kecelakaan kerja, bukan sekadar bertindak setelah insiden terjadi.

Pesan tersebut disampaikan saat ia meninjau Balai Besar K3 (BBK3) Jakarta, Selasa (14/4/2026). Dalam arahannya, Yassierli menekankan pentingnya pendekatan promotif dan preventif yang lebih masif guna menekan angka kecelakaan kerja secara signifikan di Indonesia.

Menurutnya, setiap kecelakaan kerja bukan hanya persoalan statistik, tetapi menyangkut keselamatan manusia, keberlangsungan keluarga pekerja, serta kepercayaan terhadap sistem perlindungan tenaga kerja. Oleh karena itu, Balai K3 diharapkan mampu menjadi institusi yang tidak hanya menjalankan fungsi teknis, tetapi juga membaca potensi risiko dan membangun budaya keselamatan di lingkungan kerja.

Ia juga menegaskan bahwa upaya menurunkan angka kecelakaan kerja tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Kolaborasi dengan sektor swasta, termasuk Perusahaan Jasa K3 (PJK3), dinilai menjadi kunci penting dalam memperkuat ekosistem keselamatan kerja nasional.

Menaker RI Yassierli bersama pejabar Klik Ptrama Balai Besar K3 Jakarta


Selain itu, Yassierli menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Balai K3. Ia mendorong agar para pegawai tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial dan analisis data yang kuat. Dengan demikian, hasil pengujian dan pengawasan dapat menjadi dasar kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Menurutnya, penguji K3 perlu berkembang menjadi profesional yang komprehensif, dengan penguasaan terhadap budaya K3, Sistem Manajemen K3 (SMK3), manajemen risiko, hingga statistik. Hal ini penting agar rekomendasi yang dihasilkan tidak berhenti pada temuan teknis, tetapi mampu memberikan arah strategis dalam pencegahan kecelakaan kerja.

Menutup arahannya, ia mengingatkan bahwa pejabat fungsional, mulai dari instruktur hingga pengawas ketenagakerjaan, harus terus berkembang seiring jenjang karier. Semakin tinggi posisi, orientasi kerja diharapkan semakin mengarah pada aspek manajerial dan perumusan kebijakan demi memperkuat perlindungan tenaga kerja di masa depan. (*/red). 

×
Berita Terbaru Update