| Michelle Quinessha (12) Siap Go Panggung International (foto: dok.ist) |
Lagu yang ditulis oleh Rulli
Aryanto dan diproduksi oleh Senada Digital Records ini menjadi simbol
perjalanan dan karakter Michelle sebagai penyanyi muda yang penuh semangat,
disiplin, dan visi besar. Dengan warna vokal yang khas serta kemampuan
membawakan lagu dalam tiga bahasa—Indonesia, Inggris, dan Mandarin—Michelle
mulai menegaskan identitasnya di tengah persaingan industri musik.
Lahir di Jakarta pada 14 Desember
2013, Michelle tumbuh dalam lingkungan keluarga yang suportif. Kedua orang
tuanya berperan penting dalam membentuk fondasi kuat bagi perkembangan bakat
dan kepercayaan dirinya. Dukungan tersebut menjadi energi utama dalam setiap
langkah yang ia ambil di dunia hiburan.
Di tengah kesibukannya sebagai siswi kelas 6 di Tzu Chi School Indonesia, Michelle tetap menjaga keseimbangan antara pendidikan dan karier. Hari-harinya diisi dengan aktivitas sekolah, dilanjutkan dengan berbagai latihan seperti vokal, piano, dance, hingga renang. Disiplin dan manajemen waktu menjadi kunci agar semua berjalan selaras.
![]() |
| Michelle Quinessha bersama ayah-bunda saat peryaan Ultahnya |
Kemampuan multibahasa menjadi salah
satu keunggulan Michelle. Ia mengakui bahwa menyanyikan lagu Mandarin menjadi
tantangan tersendiri, karena membutuhkan ketelitian dalam pelafalan dan
penghayatan makna. Namun, proses tersebut justru memperkaya kualitas
interpretasi dan karakter vokalnya.
Perjalanan musiknya dimulai dari
lagu “Tak Ada Yang Tak Mungkin”, yang membawa pesan kuat tentang keyakinan dan
kerja keras dalam meraih mimpi. Nilai tersebut terus ia bawa, termasuk dalam
“Like A Diamond” yang mencerminkan keteguhan dan kepercayaan diri.
Tak hanya di musik, Michelle juga menunjukkan jiwa mandiri sejak kecil. Pengalaman berjualan sejak kelas 3 SD membentuk karakter tangguh, disiplin, dan bertanggung jawab—nilai yang kini ia terapkan dalam setiap proses kreatifnya.
Ke depan, Michelle tengah mempersiapkan mini album berbahasa Inggris yang mengangkat tema mimpi, proses bertumbuh, serta pentingnya keluarga. Ia berharap karya-karyanya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani bermimpi dan tidak mudah menyerah.
![]() |
| Michelle Quinessha (12) |
Dukungan dari keluarga, guru,
hingga teman-teman menjadi dorongan besar dalam perjalanan kariernya. Sang ibu,
Nelly, mengungkapkan bahwa bakat Michelle sudah terlihat sejak usia delapan
tahun, ketika ia secara mandiri ingin belajar vokal, piano, dan dance.
Sementara itu, Rulli Aryanto selaku
produser menilai Michelle memiliki kombinasi langka: bakat, etika, serta
kemauan belajar yang tinggi. Ia optimistis Michelle memiliki masa depan cerah
sebagai artis yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Melalui “Like A Diamond”, Michelle Quinessha bukan sekadar memperkenalkan lagu baru, tetapi juga mempertegas langkahnya sebagai musisi muda dengan mimpi besar. Sebuah awal yang menjanjikan bagi perjalanan panjang menuju panggung dunia.
Live perform Michelle Quinessha saat membawakan lagu “Like A Diamond” dapat langsung disaksikan melalui tautan berikut: https://youtu.be/ksw3F9kls-c?si=b06w2vIMXQM4xUF0 . (M.Fadhli/red).
.jpg)
.jpg)