Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pemkot Bandung Genjot Pelatihan Kerja untuk Pangkas Pengangguran dan Atasi Mismatch Tenaga Kerja

Kamis, 23 April 2026 | 11:00 WIB Last Updated 2026-04-23T04:00:31Z
Klik
M.Farhan : Tekan angka pengangguran, Pemkot Bandung perkuat peran lembaga kursus dan pelatihan


 
BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Pemerintah Kota Bandung semakin serius memperkuat peran lembaga kursus dan pelatihan sebagai strategi utama dalam menekan angka pengangguran. Langkah ini juga ditujukan untuk menjawab persoalan klasik ketidaksesuaian antara pendidikan formal dan kebutuhan dunia kerja.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa lembaga kursus dan pelatihan memiliki posisi penting dalam menjembatani kesenjangan keterampilan yang kerap terjadi di pasar tenaga kerja. Menurutnya, banyak lulusan pendidikan formal yang belum sepenuhnya siap menghadapi tuntutan industri.

“Lembaga kursus dan pelatihan menjadi penghubung penting antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Ini solusi konkret untuk mengatasi mismatch yang terjadi,” ujar Farhan saat menghadiri kegiatan di Graha Merah Putih Telkom Indonesia, Rabu (22/4/2026).

Ia menjelaskan, persoalan mismatch tidak hanya terjadi di Bandung, tetapi juga menjadi tantangan nasional. Karena itu, penguatan sektor pelatihan dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus daya saing tenaga kerja.

Pemkot Bandung melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Ketenagakerjaan terus memperluas akses masyarakat terhadap berbagai program pelatihan. Upaya ini juga mendapat dukungan dari DPRD Kota Bandung sebagai bagian dari kebijakan peningkatan kompetensi tenaga kerja.

Program pelatihan tersebut menyasar masyarakat usia produktif dengan berbagai keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini. Harapannya, lulusan pelatihan dapat lebih cepat terserap di dunia kerja maupun menciptakan peluang usaha mandiri.

Berdasarkan data terbaru, tingkat pengangguran di Kota Bandung masih berada di angka 7,44 persen. Pemerintah menargetkan angka tersebut dapat ditekan secara bertahap melalui peningkatan kualitas tenaga kerja berbasis kompetensi.

Farhan juga menekankan pentingnya adaptasi berkelanjutan dari lembaga pelatihan. Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi yang cepat menuntut lembaga kursus untuk terus memperbarui kurikulum dan metode pembelajaran.

“Dunia kerja berubah cepat. Lembaga pelatihan harus responsif agar lulusannya tetap relevan dengan kebutuhan industri,” katanya.

Dengan penguatan pelatihan yang terarah dan kolaborasi lintas sektor, Pemkot Bandung optimistis mampu menciptakan tenaga kerja yang lebih kompeten dan mengurangi angka pengangguran secara signifikan. (kyy/red).

×
Berita Terbaru Update