BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,---
Pemerintah Kota Bandung mendorong penguatan peran guru Bimbingan Konseling (BK)
sebagai garda terdepan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat secara
mental. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) bertema
“Penguatan Peran BK Hebat Untuk Sekolah Sehat Mental” yang digelar oleh Dinas
Pendidikan Kota Bandung di Aula SMA BPI, Jalan Burangrang..jpeg)
Wali kota Bandung, M.Farhan membarikan arahan Bimtek" Penguatan Peran BK Hebar untuk Sekolah Sehat Mental"
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan,
menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari skema training for
trainers (TOT) bagi guru BK agar memiliki kemampuan melakukan asesmen awal
terhadap kondisi psikologis siswa.
“Para guru BK perlu memiliki
kapasitas untuk membangun ekosistem sekolah yang sehat mental. Berdasarkan
survei Dinas Kesehatan, terdapat puluhan ribu siswa di Kota Bandung yang
mengalami gangguan kesehatan mental,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Pemkot Bandung menggandeng Himpunan Psikolog Indonesia (HIMPSI) untuk memberikan pembekalan teknis kepada para guru. Mereka dilatih melakukan deteksi dini dan asesmen awal guna mengidentifikasi permasalahan psikologis siswa sejak dini.

Peserta Bimtek Penguatan Peran BK Hebar untuk Sekolah Sehat Mental"
Farhan menjelaskan, apabila
ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lanjutan, siswa akan dirujuk untuk
mendapatkan layanan profesional, baik melalui psikolog sekolah maupun psikolog
klinis di fasilitas kesehatan seperti puskesmas.
Ia menekankan, keberhasilan program
ini tidak bergantung pada fasilitas yang rumit, melainkan pada kompetensi guru
BK dalam memantau dan mendampingi siswa secara berkelanjutan. “Yang penting
adalah keterampilan guru BK dan ruang konseling yang memadai, yang umumnya
sudah dimiliki sekolah,” katanya.
Program ini akan dilaksanakan
secara bertahap hingga triwulan II tahun 2026, disertai pengukuran untuk
memetakan jumlah siswa yang mengalami kendala kesehatan mental beserta faktor
penyebabnya. Data tersebut akan menjadi dasar evaluasi dan penguatan program ke
depan.
Selain itu, Farhan menyoroti
pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Guru BK diharapkan tidak
hanya mendampingi siswa, tetapi juga menjadi penghubung komunikasi dengan
keluarga.
“Keterbukaan antara sekolah dan
orang tua menjadi kunci dalam menjaga kesehatan mental anak,” ujarnya.
![]() |
| Kadisdik Kota Bandung Asep Gufron |
Sementara itu, Kepala Dinas
Pendidikan Kota Bandung, Asep Gufron, menegaskan bahwa peran guru BK kini telah
bergeser. Tidak lagi sekadar menangani pelanggaran disiplin, guru BK berfungsi
sebagai pelindung kesejahteraan psikologis peserta didik.
“Melalui bimtek ini, kami ingin
memastikan setiap anak mendapatkan pendampingan yang tepat agar dapat belajar
dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan sehat secara mental,” katanya.
Dengan penguatan kapasitas guru BK,
Pemkot Bandung berharap tercipta ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan
responsif terhadap kebutuhan psikologis siswa di tengah tantangan perkembangan
zaman. (ray/red).
.jpeg)