Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pemkot Bandung Perkuat Peran Guru BK Wujudkan Sekolah Sehat Mental

Kamis, 23 April 2026 | 22:57 WIB Last Updated 2026-04-23T15:57:38Z
Klik

Wali kota Bandung, M.Farhan membarikan arahan Bimtek" Penguatan Peran BK Hebar untuk Sekolah Sehat Mental"


 
BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Pemerintah Kota Bandung mendorong penguatan peran guru Bimbingan Konseling (BK) sebagai garda terdepan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat secara mental. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) bertema “Penguatan Peran BK Hebat Untuk Sekolah Sehat Mental” yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kota Bandung di Aula SMA BPI, Jalan Burangrang.


Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari skema training for trainers (TOT) bagi guru BK agar memiliki kemampuan melakukan asesmen awal terhadap kondisi psikologis siswa.

“Para guru BK perlu memiliki kapasitas untuk membangun ekosistem sekolah yang sehat mental. Berdasarkan survei Dinas Kesehatan, terdapat puluhan ribu siswa di Kota Bandung yang mengalami gangguan kesehatan mental,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Bandung menggandeng Himpunan Psikolog Indonesia (HIMPSI) untuk memberikan pembekalan teknis kepada para guru. Mereka dilatih melakukan deteksi dini dan asesmen awal guna mengidentifikasi permasalahan psikologis siswa sejak dini.

Peserta Bimtek  Penguatan Peran BK Hebar untuk Sekolah Sehat Mental"

Farhan menjelaskan, apabila ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lanjutan, siswa akan dirujuk untuk mendapatkan layanan profesional, baik melalui psikolog sekolah maupun psikolog klinis di fasilitas kesehatan seperti puskesmas.

Ia menekankan, keberhasilan program ini tidak bergantung pada fasilitas yang rumit, melainkan pada kompetensi guru BK dalam memantau dan mendampingi siswa secara berkelanjutan. “Yang penting adalah keterampilan guru BK dan ruang konseling yang memadai, yang umumnya sudah dimiliki sekolah,” katanya.

Program ini akan dilaksanakan secara bertahap hingga triwulan II tahun 2026, disertai pengukuran untuk memetakan jumlah siswa yang mengalami kendala kesehatan mental beserta faktor penyebabnya. Data tersebut akan menjadi dasar evaluasi dan penguatan program ke depan.

Selain itu, Farhan menyoroti pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Guru BK diharapkan tidak hanya mendampingi siswa, tetapi juga menjadi penghubung komunikasi dengan keluarga.

“Keterbukaan antara sekolah dan orang tua menjadi kunci dalam menjaga kesehatan mental anak,” ujarnya.

Kadisdik Kota Bandung Asep Gufron


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Gufron, menegaskan bahwa peran guru BK kini telah bergeser. Tidak lagi sekadar menangani pelanggaran disiplin, guru BK berfungsi sebagai pelindung kesejahteraan psikologis peserta didik.

“Melalui bimtek ini, kami ingin memastikan setiap anak mendapatkan pendampingan yang tepat agar dapat belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan sehat secara mental,” katanya.

Dengan penguatan kapasitas guru BK, Pemkot Bandung berharap tercipta ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan psikologis siswa di tengah tantangan perkembangan zaman. (ray/red).

×
Berita Terbaru Update