![]() |
| Perlihatkan kerjasama USB YPKP dan Busan University of Foreign Studies Korea |
Workshop ini dirancang tidak hanya
sebagai forum diseminasi pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang kolaboratif
lintas disiplin yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di lingkungan
universitas. Pelaksanaan kegiatan merupakan hasil sinergi antara HMSI dengan
sejumlah unit internal, di antaranya Biro Kemahasiswaan dan Alumni, Biro
Kerjasama, Biro Humas, Protokoler, dan Media, serta program studi di bawah
Fakultas Teknik, meliputi Sistem Informasi, Teknik Elektro, dan Teknik
Informatika. Kehadiran pimpinan universitas, dosen, serta mahasiswa menunjukkan
tingginya antusiasme terhadap isu pengembangan teknologi berbasis AI.
Kegiatan ini menghadirkan
narasumber internasional dan nasional yang memiliki kompetensi di bidangnya,
yaitu Prof. Kim Soo Il dari Busan University of Foreign Studies, Dr. Kwanyoung
Kim dari ATOP Consulting, Mr. Paul Choi dari P&M Group Korea, serta
praktisi teknologi nasional Pratomo Bowo Leksono, S.T. Kehadiran para pakar ini
memberikan perspektif komprehensif terkait perkembangan dan implementasi
teknologi AI dalam berbagai sektor.
Dalam sambutannya, Ketua Program
Studi Sistem Informasi menekankan pentingnya kesinambungan pengembangan
keilmuan di bidang AI, termasuk eksplorasi konsep Agenting AI sebagai bagian
dari evolusi teknologi masa depan. Pernyataan ini menegaskan urgensi integrasi
antara penguasaan teori fundamental dan penerapan praktis dalam menghadapi
kompleksitas teknologi modern.
Materi utama yang disampaikan oleh Pratomo Bowo Leksono mengangkat tema “Digital Transformation 5.0: Revolusi Workflow Developer di Era Kecerdasan Otonom”. Ia menguraikan pergeseran paradigma kerja di bidang teknologi informasi, di mana pemanfaatan AI telah mengubah pola kerja konvensional menjadi lebih efisien dan adaptif. Namun demikian, ia juga menyoroti keterbatasan teknologi AI, termasuk potensi hallucination serta isu keamanan data, yang menuntut kehati-hatian dan pemahaman mendalam dari para pengguna.

Mahasiswa HMSI dan perwakilan Korea memperlihatkan piagam workshop International Gen-AI
Pada sesi internasional, Dr.
Kwanyoung Kim menekankan pentingnya kolaborasi global dalam membangun ekosistem
inovasi teknologi yang berkelanjutan. Sementara itu, Paul Choi menggarisbawahi
dimensi non-teknis, khususnya sikap dan kesiapan mental individu dalam
menghadapi disrupsi teknologi. Perspektif ini dilengkapi oleh pandangan Prof.
Kim Soo Il yang menegaskan bahwa peran manusia, khususnya pendidik, tetap
esensial dalam proses pembelajaran meskipun teknologi AI semakin dominan.
Sebagai bagian dari penguatan kerja
sama internasional, kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan
Implementation Agreement (IA) antara pihak USB YPKP dan mitra dari Korea
Selatan. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring
kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan teknologi,
sekaligus memperkuat posisi institusi dalam kancah global.
Secara keseluruhan, penyelenggaraan
workshop ini mencerminkan upaya konkret institusi pendidikan tinggi dalam
mempersiapkan sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan kompetitif di era
kecerdasan buatan. Melalui integrasi antara penguatan akademik, kolaborasi
internasional, dan pengembangan keterampilan praktis, USB YPKP Bandung
menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang relevan dengan kebutuhan
industri dan perkembangan teknologi masa depan. (*/red).
