Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tekan Pengangguran, Disnaker Kota Bandung Gelar 139 Pelatihan Berbasis Kebutuhan Industri

Senin, 20 April 2026 | 22:27 WIB Last Updated 2026-04-20T15:27:54Z
Klik
Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Pemerntah Kota Bandung melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) resmi membuka Pelatihan Kerja Batch ke-2 yang bersumber dari aspirasi masyarakat melalui jalur reses DPRD Kota Bandung. Program ini menghadirkan 139 paket pelatihan dengan target 2.780 peserta dari seluruh wilayah Kota Bandung.

Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana mengatakan, program ini merupakan bentuk nyata sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan keterampilan kerja dan peluang usaha.

“Pelatihan ini adalah bukti nyata kolaborasi luar biasa antara legislatif dan eksekutif. Kita bergerak bersama menjawab aspirasi masyarakat untuk menciptakan perubahan yang dirasakan langsung,” kata Yayan, di kantor Disnaker Kota Bandung, Senin 20 April 2026.

Pelatihan yang berlangsung selama 10 hari mulai 20 April 2026 ini dirancang dalam bentuk short course dengan fokus pada keterampilan praktis.

Sebanyak 14 bidang keahlian ditawarkan, mulai dari kuliner seperti barista dan pastry, fesyen dan kriya seperti menjahit dan membatik, hingga sektor jasa kecantikan, teknologi dan ekonomi kreatif seperti digital marketing dan desain grafis.

Seluruh pelatihan digelar di berbagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang tersebar di Kota Bandung, melibatkan instruktur profesional untuk memastikan kualitas pembelajaran.

Tak hanya mendapatkan ilmu, peserta juga memperoleh berbagai fasilitas penunjang, mulai dari makan dan minum selama pelatihan, seminar kit, bahan praktik hingga uang transport sebesar Rp50 ribu per hari. Di akhir program, peserta akan menerima sertifikat resmi dari Disnaker sebagai bukti kompetensi.

Program ini menjadi bagian dari strategi Pemkot Bandung dalam menekan angka pengangguran dan memperkuat ekonomi masyarakat. Disnaker menargetkan para peserta tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru melalui wirausaha.

“Kami berharap masyarakat tidak hanya mendapatkan teori, tetapi langsung praktik hingga siap kerja atau membuka usaha sendiri,” ujarnya.

Selain itu, program ini sejalan dengan misi pembangunan Kota Bandung dalam membangun perekonomian yang mandiri, kokoh dan berkeadilan. Pelatihan ini diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya wirausaha baru sekaligus solusi konkret pengentasan kemiskinan.

Disnaker juga menekankan pentingnya komitmen seluruh pihak, termasuk peserta, LPK, dan instruktur, untuk menjalankan program ini secara optimal.

“Kepada para peserta, manfaatkan kesempatan ini dengan maksimal. Ini adalah langkah awal menuju kemandirian ekonomi dan masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Agung Firmansyah, menyebut program ini sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat akan lapangan pekerjaan.

“Pelatihan ini berangkat dari aspirasi masyarakat yang membutuhkan peluang kerja. Harapannya, setelah memiliki skill dan pengetahuan mereka bisa mandiri bahkan membuka lapangan kerja baru,” ujar Agung.

Menurutnya, dampak pelatihan tidak hanya berhenti pada peserta tetapi bisa meluas ke lingkungan sekitar. Para peserta diharapkan mampu berbagi ilmu atau membangun usaha yang melibatkan masyarakat lainnya.

“Kalau mereka membuka usaha seperti coffee shop atau usaha lainnya, mereka bisa mengajak rekan-rekannya. Ini efek domino yang kita harapkan,” tuturnya. (kyy/red).

×
Berita Terbaru Update