![]() |
| Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana |
Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan
Ahmad Brilyana mengatakan, program ini merupakan bentuk nyata sinergi antara
legislatif dan eksekutif dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan keterampilan
kerja dan peluang usaha.
“Pelatihan ini adalah bukti nyata
kolaborasi luar biasa antara legislatif dan eksekutif. Kita bergerak bersama
menjawab aspirasi masyarakat untuk menciptakan perubahan yang dirasakan
langsung,” kata Yayan, di kantor Disnaker Kota Bandung, Senin 20 April 2026.
Pelatihan yang berlangsung selama
10 hari mulai 20 April 2026 ini dirancang dalam bentuk short course dengan
fokus pada keterampilan praktis.
Sebanyak 14 bidang keahlian
ditawarkan, mulai dari kuliner seperti barista dan pastry, fesyen dan kriya
seperti menjahit dan membatik, hingga sektor jasa kecantikan, teknologi dan
ekonomi kreatif seperti digital marketing dan desain grafis.
Seluruh pelatihan digelar di
berbagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang tersebar di Kota Bandung,
melibatkan instruktur profesional untuk memastikan kualitas pembelajaran.
Tak hanya mendapatkan ilmu, peserta
juga memperoleh berbagai fasilitas penunjang, mulai dari makan dan minum selama
pelatihan, seminar kit, bahan praktik hingga uang transport sebesar Rp50 ribu
per hari. Di akhir program, peserta akan menerima sertifikat resmi dari
Disnaker sebagai bukti kompetensi.
Program ini menjadi bagian dari
strategi Pemkot Bandung dalam menekan angka pengangguran dan memperkuat ekonomi
masyarakat. Disnaker menargetkan para peserta tidak hanya siap bekerja, tetapi
juga mampu menciptakan lapangan kerja baru melalui wirausaha.
“Kami berharap masyarakat tidak
hanya mendapatkan teori, tetapi langsung praktik hingga siap kerja atau membuka
usaha sendiri,” ujarnya.
Selain itu, program ini sejalan
dengan misi pembangunan Kota Bandung dalam membangun perekonomian yang mandiri,
kokoh dan berkeadilan. Pelatihan ini diharapkan menjadi motor penggerak
lahirnya wirausaha baru sekaligus solusi konkret pengentasan kemiskinan.
Disnaker juga menekankan pentingnya
komitmen seluruh pihak, termasuk peserta, LPK, dan instruktur, untuk
menjalankan program ini secara optimal.
“Kepada para peserta, manfaatkan
kesempatan ini dengan maksimal. Ini adalah langkah awal menuju kemandirian
ekonomi dan masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Anggota Komisi IV
DPRD Kota Bandung, Agung Firmansyah, menyebut program ini sebagai jawaban atas
kebutuhan masyarakat akan lapangan pekerjaan.
“Pelatihan ini berangkat dari
aspirasi masyarakat yang membutuhkan peluang kerja. Harapannya, setelah
memiliki skill dan pengetahuan mereka bisa mandiri bahkan membuka lapangan
kerja baru,” ujar Agung.
Menurutnya, dampak pelatihan tidak
hanya berhenti pada peserta tetapi bisa meluas ke lingkungan sekitar. Para
peserta diharapkan mampu berbagi ilmu atau membangun usaha yang melibatkan
masyarakat lainnya.
“Kalau mereka membuka usaha seperti
coffee shop atau usaha lainnya, mereka bisa mengajak rekan-rekannya. Ini efek
domino yang kita harapkan,” tuturnya. (kyy/red).
