Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tren Wisata Domestik Menguat Saat Lebaran, SiteMinder Catat Lonjakan Pemesanan Hotel

Selasa, 28 April 2026 | 15:46 WIB Last Updated 2026-04-28T08:46:59Z
Klik
SiteMinder : catat perjalan domestik dan pesanan hotel di Indonesia



JAKARTA, FAKTABANDUNGRAYA,--- Tren perjalanan domestik di Indonesia terus menunjukkan penguatan, khususnya selama periode Lebaran yang identik dengan tradisi mudik sekaligus liburan. Platform hotel commerce global SiteMinder mencatat adanya peningkatan signifikan kontribusi wisatawan domestik terhadap pemesanan hotel di berbagai destinasi Tanah Air.

Berdasarkan data pemesanan sepanjang Maret 2026, wisatawan domestik menyumbang 52 persen dari total booking hotel di Indonesia. Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di level 48 persen, sekaligus melanjutkan tren kenaikan dalam beberapa tahun terakhir.

Kenaikan permintaan tersebut terlihat merata di sejumlah destinasi regional. Lombok mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 7,5 persen, disusul Yogyakarta sebesar 7,1 persen dan Bandung sebesar 6,8 persen. Ketiganya melampaui rata-rata nasional yang tercatat sebesar 2,6 persen. Sementara itu, Bali menunjukkan pertumbuhan relatif stabil di angka 0,1 persen.

Selain peningkatan jumlah pemesanan, perilaku wisatawan juga mengalami perubahan. Jarak waktu antara pemesanan dan tanggal menginap (lead time) cenderung semakin pendek. Secara nasional, rata-rata lead time turun dari 16 hari pada 2025 menjadi 15 hari pada 2026.

Penurunan paling signifikan terjadi di Lombok, dengan rata-rata lead time menjadi 20 hari dari sebelumnya 24 hari. Bali mencatat rata-rata 31 hari, sementara Bandung menjadi destinasi dengan waktu pemesanan paling singkat, yakni hanya sekitar 8 hari sebelum kedatangan.

Country Manager SiteMinder Indonesia, Fifin Prapmasari, mengatakan bahwa perubahan ini mencerminkan pergeseran preferensi wisatawan domestik yang kini semakin fleksibel dalam merencanakan perjalanan.

Menurutnya, Lebaran tetap menjadi momen penting untuk berkumpul bersama keluarga, namun kini juga diiringi dengan keinginan untuk menciptakan pengalaman baru, seperti staycation atau perjalanan ke destinasi regional.

“Data ini menunjukkan bahwa wisatawan domestik semakin adaptif dan spontan dalam merencanakan perjalanan, terutama selama musim liburan,” ujarnya.

Di tengah peningkatan permintaan, hotel-hotel di Indonesia juga melakukan penyesuaian strategi harga. Secara nasional, rata-rata tarif harian (average daily rate) mengalami penurunan sebesar 3,3 persen, dari Rp1,77 juta pada 2025 menjadi Rp1,71 juta pada 2026.

Penurunan tarif terbesar terjadi di Bali yang turun 7,4 persen, diikuti Yogyakarta sebesar 3,4 persen dan Lombok sebesar 3,2 persen. Sementara itu, Bandung menjadi satu-satunya destinasi yang mencatat kenaikan tarif sebesar 2,5 persen.

Fifin menilai kondisi ini mencerminkan tingginya persaingan antarhotel dalam menarik wisatawan domestik. Ia menekankan pentingnya strategi yang adaptif, termasuk menawarkan paket menginap yang memberikan nilai tambah bagi tamu.

Menurutnya, hotel yang mampu merespons perubahan tren dengan cepat akan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan pendapatan, tidak hanya selama periode Lebaran tetapi juga pada rangkaian long weekend berikutnya.

Dengan meningkatnya mobilitas domestik dan fleksibilitas wisatawan, sektor perhotelan dinilai berada pada momentum yang tepat untuk memperkuat kinerja sepanjang tahun. (*/red).

×
Berita Terbaru Update