Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Antisipasi PMK dan Antraks, Nia Purnakania Minta Pengawasan Kesehatan Hewan Kurban Masuk Jabar Diperketat

Minggu, 17 Mei 2026 | 21:26 WIB Last Updated 2026-05-17T14:33:08Z
Klik
Hewan kurban usai diperiksa kesehatan ditandai dgn lebel Sehat dan Layak 



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Menjelang Hari Raya Iduladha yang tinggal sekitar tiga pekan lagi, anggota DPRD Jawa Barat Nia Purnakania meminta pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota di Jawa Barat memperketat pengawasan lalu lintas dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban yang masuk ke wilayah Jabar.

Langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya antisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta antraks pada hewan ternak menjelang meningkatnya kebutuhan hewan kurban.

“Antisipasi PMK dan antraks ini sangat penting, mengingat beberapa tahun ke belakang masih ditemukan hewan kurban yang dikirim dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan NTB terjangkit PMK maupun antraks masuk ke wilayah Jawa Barat,” kata Nia Purnakania di Gedung DPRD Jabar, baru-baru ini.

Menurutnya, Jawa Barat menjadi salah satu daerah tujuan utama distribusi hewan kurban sehingga berpotensi besar menerima pasokan ternak dari berbagai daerah. Karena itu, pengawasan kesehatan hewan harus dilakukan secara maksimal oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP).

Politisi PDI Perjuangan tersebut mengatakan DPRD Jabar melalui Komisi II sebelumnya telah meminta DKPP memperketat pemeriksaan kesehatan ternak di sejumlah pos pemeriksaan atau check point yang berada di wilayah perbatasan dan jalur distribusi hewan ternak.

Pemeriksaan dilakukan di sejumlah titik strategis seperti Bogor, Bekasi, Banjar, Cirebon, dan Indramayu untuk memastikan setiap hewan yang masuk ke Jawa Barat dalam kondisi sehat dan bebas penyakit menular.

Tm Medis sedang memeriksa PMK Hewan Kurban



“Keberadaan check point di jalur transportasi angkutan hewan sangat penting untuk memastikan setiap hewan yang masuk ke Jabar tidak terjangkit PMK maupun antraks,” ujarnya.

Nia menuturkan, hingga saat ini belum ditemukan hewan kurban di Jawa Barat yang terpapar PMK ataupun antraks. Meski demikian, peningkatan kebutuhan ternak menjelang Iduladha tetap harus diantisipasi melalui pengawasan yang ketat, khususnya terhadap sapi, kambing, dan domba.

Ia menegaskan langkah antisipatif perlu dilakukan sejak dini guna mencegah penyebaran penyakit yang dapat membahayakan kesehatan hewan maupun masyarakat.

Selain pengawasan lalu lintas ternak, Nia juga meminta pemerintah memperkuat pengawasan teknis mulai dari pemeriksaan dokumen kesehatan hewan, asal-usul ternak, lokasi penampungan, hingga proses penyembelihan dan pemeriksaan daging kurban.

“Pemeriksaan dokumen seperti Sertifikat Veteriner Kesehatan Hewan (SVKH), asal hewan, tempat penampungan, hingga pemeriksaan daging harus dilakukan secara optimal agar masyarakat merasa aman saat berkurban,” tandas Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung tersebut. (Adip/sein). 

×
Berita Terbaru Update