![]() |
| Ketua DPRD Jabar Dr.Buky Wibawa pimpin Rapat paripurna agenda LKPJ Gubernur 2025 |
Rekomendasi tersebut dibacakan
Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) XIII DPRD Jawa Barat, Hasim Adnan. Dalam
laporannya, DPRD menyoroti sejumlah sektor strategis yang dinilai masih memerlukan
perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Hasim menyebut, salah satu fokus
utama rekomendasi DPRD berada pada sektor pembangunan manusia, terutama
pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Pada bidang kesehatan, DPRD menilai angka
kematian ibu melahirkan dan kematian balita masih menjadi persoalan yang harus
segera ditangani melalui peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan
secara merata.
Selain itu, persoalan stunting juga
dinilai masih menjadi tantangan besar yang membutuhkan langkah penanganan lebih
terintegrasi.
“Permasalahan stunting juga masih
menjadi tantangan yang memerlukan intervensi yang lebih terintegrasi,” ujar
Hasim.
Di bidang infrastruktur, DPRD
mengapresiasi capaian pemantapan jalan yang terus menunjukkan perkembangan.
Meski demikian, pemerataan konektivitas antarwilayah dinilai masih perlu
diperkuat agar sejalan dengan arah pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
Sementara pada sektor kesejahteraan
sosial, DPRD menyoroti pentingnya penguatan ketenagakerjaan melalui peningkatan
keterhubungan antara dunia pendidikan dan dunia industri. Optimalisasi
pendidikan vokasi, pelatihan kerja, sertifikasi kompetensi, hingga kemitraan
industri disebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas tenaga
kerja di Jawa Barat.
DPRD juga memberikan perhatian
terhadap isu lingkungan hidup. Pengelolaan sampah, kualitas air, dan kualitas
udara dinilai masih membutuhkan penanganan yang lebih komprehensif dan
terintegrasi. Bahkan, alokasi anggaran sektor lingkungan hidup yang hanya
mencapai 0,4 persen dianggap perlu dievaluasi agar menunjukkan keseriusan
pemerintah dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
“Dengan memperhatikan berbagai capaian dan tantangan tersebut, DPRD Jawa Barat memandang bahwa pembangunan Jawa Barat ke depan perlu lebih serius diarahkan pada penguatan kualitas kebijakan dan program yang mampu memberikan hasil yang lebih optimal, terukur, berdampak, dan berkelanjutan,” katanya.
.jpeg)
Menyanyikan lagu Indonesia Raya pada rapat paripurna LKPJ Gubernur 2025
Menurut Hasim, seluruh rekomendasi
DPRD harus ditindaklanjuti secara serius melalui penguatan mekanisme monitoring
dan evaluasi yang sistematis. DPRD juga meminta Gubernur Jawa Barat membentuk
tim khusus untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi tersebut sebagai langkah
perbaikan pembangunan daerah pada tahun mendatang.
DPRD menilai evaluasi LKPJ Tahun
Anggaran 2025 harus menjadi momentum koreksi arah pembangunan daerah agar
kebijakan pemerintah benar-benar berorientasi pada keadilan sosial, pengurangan
kesenjangan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Menutup penyampaiannya, Hasim
menyampaikan sebuah hadis tentang pentingnya perubahan ke arah yang lebih baik
dari waktu ke waktu. Ia pun berharap kepemimpinan Dedi Mulyadi mampu membawa
Jawa Barat menjadi daerah yang lebih maju dan istimewa.
“Kita berharap, kepemimpinan KDM ke
depan bisa lebih baik lagi. Sehingga bisa benar-benar mewujudkan Jawa Barat
Istimewa,” pungkasnya. (*/sein).
.jpeg)