![]() |
| HM.Hasbullah Rahmad, S.Pd, M.Hum (foto:banghas) |
Penetapan Hari Tatar Sunda sendiri
telah diformalkan melalui Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026
tentang Penyelenggaraan Hari Tatar Sunda.
“Ini langkah yang sangat baik untuk
menghidupkan kembali nilai-nilai budaya Sunda di tengah masyarakat, khususnya
bagi generasi muda,” ujar Hasbullah Rahmad saat dimintai tanggapan, Kamis
(7/5/2026).
Anggota Komisi V dari Partai Amanat
Nasional (PAN) itu menilai, Milangkala Tatar Sunda di bawah kepemimpinan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, diharapkan mampu
membangkitkan kesadaran masyarakat agar terus menjaga dan melestarikan budaya
Sunda di lingkungan masing-masing.
Menurut Hasbullah, kondisi generasi
muda saat ini dinilai mulai mengalami penurunan pemahaman terhadap akar budaya
dan nilai-nilai luhur bangsa seperti gotong royong, tepa salira, serta
penghormatan kepada orang yang lebih tua.
Ia menilai perubahan perilaku
sosial di kalangan pelajar menjadi salah satu tanda memudarnya pendidikan
karakter berbasis budaya.
“Kalau dulu murid sangat
menghormati guru. Sekarang ada siswa yang berani melawan bahkan mengajak
gurunya berkelahi. Ini tentu menjadi perhatian bersama,” katanya.
Ketua Fraksi PAN DPRD Jawa Barat
itu mengingatkan, jika penguatan karakter dan budaya tidak dilakukan sejak
sekarang, dikhawatirkan generasi mendatang akan semakin jauh dari identitas
budaya bangsa.
Karena itu, ia menilai pelaksanaan
Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran dalam rangka Milangkala Tatar Sunda
memiliki makna penting sebagai sarana edukasi budaya bagi masyarakat, khususnya
generasi muda.
Kirab budaya tersebut membawa
Mahkota Binokasih sebagai simbol kebesaran budaya Sunda dan sejarah Kerajaan
Padjadjaran.
“Generasi muda perlu tahu bahwa
Jawa Barat memiliki sejarah dan peradaban besar. Nilai-nilai leluhur seperti
deudeuhan, welasan, dan asihan harus terus diwariskan,” ujarnya.
Selain menjadi ruang ekspresi
budaya, kirab tersebut juga dinilai mampu memperkuat kebersamaan masyarakat
sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di daerah yang dilalui.
Kirab Budaya Napak Tilas
Padjadjaran perdana digelar di Kabupaten Sumedang pada Sabtu (2/5/2026),
kemudian berlanjut ke Kabupaten Ciamis, Tasikmalaya, Garut, hingga Cianjur.
Selanjutnya, rangkaian kirab akan
menuju Bogor dan sejumlah daerah lainnya sebelum mencapai puncak acara
Milangkala Tatar Sunda pada 18 Mei 2026 di Gedung Sate, Kota Bandung.
(/Adip/red)
