Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Hasbullah Rahmad Apresiasi Hari Tatar Sunda, Dorong Generasi Muda Kembali Kenali Budaya Leluhur

Jumat, 08 Mei 2026 | 21:30 WIB Last Updated 2026-05-08T14:30:00Z
Klik
HM.Hasbullah Rahmad, S.Pd, M.Hum  (foto:banghas)


BANDUNG. FAKTABANDUNGRAYA,--- Penetapan 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendapat apresiasi dari Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, H.M. Hasbullah Rahmad, SPd, M.Hum. Menurutnya, momentum tersebut menjadi langkah penting dalam menguatkan kembali jati diri budaya Sunda di tengah perubahan zaman.

Penetapan Hari Tatar Sunda sendiri telah diformalkan melalui Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Hari Tatar Sunda.

“Ini langkah yang sangat baik untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya Sunda di tengah masyarakat, khususnya bagi generasi muda,” ujar Hasbullah Rahmad saat dimintai tanggapan, Kamis (7/5/2026).

Anggota Komisi V dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai, Milangkala Tatar Sunda di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, diharapkan mampu membangkitkan kesadaran masyarakat agar terus menjaga dan melestarikan budaya Sunda di lingkungan masing-masing.

Menurut Hasbullah, kondisi generasi muda saat ini dinilai mulai mengalami penurunan pemahaman terhadap akar budaya dan nilai-nilai luhur bangsa seperti gotong royong, tepa salira, serta penghormatan kepada orang yang lebih tua.

Ia menilai perubahan perilaku sosial di kalangan pelajar menjadi salah satu tanda memudarnya pendidikan karakter berbasis budaya.

“Kalau dulu murid sangat menghormati guru. Sekarang ada siswa yang berani melawan bahkan mengajak gurunya berkelahi. Ini tentu menjadi perhatian bersama,” katanya.

Ketua Fraksi PAN DPRD Jawa Barat itu mengingatkan, jika penguatan karakter dan budaya tidak dilakukan sejak sekarang, dikhawatirkan generasi mendatang akan semakin jauh dari identitas budaya bangsa.

Karena itu, ia menilai pelaksanaan Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran dalam rangka Milangkala Tatar Sunda memiliki makna penting sebagai sarana edukasi budaya bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Kirab budaya tersebut membawa Mahkota Binokasih sebagai simbol kebesaran budaya Sunda dan sejarah Kerajaan Padjadjaran.

“Generasi muda perlu tahu bahwa Jawa Barat memiliki sejarah dan peradaban besar. Nilai-nilai leluhur seperti deudeuhan, welasan, dan asihan harus terus diwariskan,” ujarnya.

Selain menjadi ruang ekspresi budaya, kirab tersebut juga dinilai mampu memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di daerah yang dilalui.

Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran perdana digelar di Kabupaten Sumedang pada Sabtu (2/5/2026), kemudian berlanjut ke Kabupaten Ciamis, Tasikmalaya, Garut, hingga Cianjur.

Selanjutnya, rangkaian kirab akan menuju Bogor dan sejumlah daerah lainnya sebelum mencapai puncak acara Milangkala Tatar Sunda pada 18 Mei 2026 di Gedung Sate, Kota Bandung. (/Adip/red)

×
Berita Terbaru Update