![]() |
| Wamenaker, Sekjen Kemanaker dan Dirut Transjakarta Welfizon Yuza foto bersama usai penandatangan MoU kerjasama sektor Transportasi |
Penandatanganan dilakukan oleh
Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi bersama Direktur Utama Transjakarta
Welfizon Yuza. Kegiatan ini disaksikan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah
Noor, Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi Syamsi Hari, serta Kepala Dinas
Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi Daerah Khusus Jakarta
Syarifudin.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan
Afriansyah Noor menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan upaya Kemnaker
untuk memperkuat layanan ketenagakerjaan yang lebih terhubung dengan kebutuhan
industri, sekaligus memperluas peluang kerja bagi masyarakat.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin
memastikan tidak hanya peningkatan kompetensi tenaga kerja, tetapi juga
terbukanya akses kerja yang lebih luas, khususnya di sektor transportasi yang
terus berkembang,” ujar Afriansyah.
Ia menambahkan, Kemnaker akan
mengoptimalkan berbagai program, mulai dari pelatihan vokasi, pemagangan
nasional, hingga layanan pasar kerja berbasis digital melalui Pusat Pasar
Kerja.
Selain itu, Kemnaker juga terus
mendorong peningkatan sertifikasi kompetensi tenaga kerja agar sesuai dengan
kebutuhan industri. Di sisi lain, aspek perlindungan tenaga kerja tetap menjadi
perhatian, antara lain melalui jaminan sosial ketenagakerjaan serta hubungan
industrial yang harmonis.
Afriansyah menilai sektor transportasi memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi, sehingga membutuhkan dukungan tenaga kerja yang kompeten dan siap kerja.

Wamenaker, Sekjen Kemanaker dan Dirut Transjakarta Welfizon Yuza
Melalui kolaborasi ini, Kemnaker
berharap tercipta sistem ketenagakerjaan yang lebih efektif, mulai dari
peningkatan kompetensi, perluasan kesempatan kerja, hingga penguatan
perlindungan tenaga kerja.
Sementara itu, Direktur Utama PT
Transportasi Jakarta, Welfizon Yuza, mengatakan kerja sama ini akan memperkuat
integrasi informasi pasar kerja yang lebih terarah dan mudah diakses
masyarakat.
“Sinergi ini diharapkan dapat
memperkuat keterkaitan antara dunia kerja dan pencari kerja, serta membuka
akses terhadap peluang kerja yang lebih luas dan kredibel,” ujarnya.
a menambahkan, transportasi publik
tidak hanya berfungsi sebagai sarana mobilitas, tetapi juga dapat menjadi
jembatan menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*/red).
