Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Modal Penting Lulusan Magang Masuki Dunia Kerja

Kamis, 07 Mei 2026 | 10:58 WIB Last Updated 2026-05-07T03:58:44Z
Klik
Menaker Yassierli memantau pelaksanaan program Pemagangan NAsional di PT. Yupi Indo Jelly Gum di Bogor


 
BOGOR, FAKTABANDUNGRAYA,--- Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi menjadi bagian penting bagi lulusan program pemagangan nasional untuk memperkuat daya saing di dunia kerja. Menurutnya, pengalaman praktik di lapangan perlu didukung dengan pengakuan formal agar kemampuan peserta semakin diakui industri.

Hal itu disampaikan Yassierli saat meninjau pelaksanaan program pemagangan nasional di PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk, Gunung Puteri, Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Yassierli mengatakan pemerintah memberikan fasilitas sertifikasi kompetensi secara gratis kepada peserta yang telah menyelesaikan program magang. Langkah itu, kata dia, merupakan bentuk apresiasi sekaligus bekal bagi peserta untuk memasuki pasar kerja.

“Sertifikasi kompetensi ini kami berikan secara cuma-cuma sebagai bentuk apresiasi sekaligus modal bagi para peserta. Kami ingin lulusan magang tidak hanya membawa pengalaman praktis, tetapi juga memiliki bukti formal yang diakui secara luas oleh industri,” ujar Yassierli.

Ia mengungkapkan, sejumlah peserta magang telah direkrut menjadi karyawan tetap di perusahaan tempat mereka menjalani pelatihan. Sementara sebagian lainnya masih dalam proses evaluasi berdasarkan performa selama mengikuti program.

Menurut Yassierli, perusahaan memiliki standar dan parameter objektif dalam menentukan tenaga kerja yang layak direkrut guna menunjang produktivitas perusahaan. Karena itu, peserta magang diminta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menunjukkan kualitas kerja dan kompetensi profesional sejak awal.

“Perusahaan akan merekrut tenaga kerja yang mampu memberikan kontribusi nyata. Manfaatkan masa magang ini untuk menunjukkan kualitas dan kompetensi sebagai profesional,” katanya.

Menaker juga mengapresiasi sinergi antara pengelola program, perusahaan mitra, dan para peserta yang dinilai mampu menciptakan ekosistem pelatihan kerja yang positif dan berkelanjutan.

Ia berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat agar kualitas sumber daya manusia Indonesia semakin sesuai dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Menaker Yassierli bersama peserta magang nasional


“Dengan kombinasi pengalaman kerja lapangan dan sertifikasi kompetensi, pemerintah optimistis kualitas tenaga kerja nasional akan semakin selaras dengan dinamika industri,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu peserta magang, Sofi Khairunnisa (23), mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru selama ditempatkan di bagian warehouse administration.

Ia menilai program magang memberikan pengalaman berbeda dibanding pembelajaran di bangku kuliah karena peserta dituntut beradaptasi dengan situasi kerja yang dinamis.

“Program magang ini sangat berbeda dengan teori di kampus. Lingkungan warehouse lebih dinamis dan fleksibel, sehingga saya dapat melatih kemampuan mengambil keputusan secara cepat serta beradaptasi di lapangan,” ujarnya.

Saat ini, sebanyak 32 peserta magang dari Batch 2 dan Batch 3 ditempatkan di berbagai posisi di PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk, mulai dari administrasi hingga bidang teknis seperti Continuous Improvement (CI) yang berfokus pada efisiensi produksi dan pemeliharaan mandiri. (*/red).

×
Berita Terbaru Update