Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Menaker Transformasikan BLK Jadi Pusat Talenta dan Inkubator Bisnis

Jumat, 08 Mei 2026 | 18:52 WIB Last Updated 2026-05-08T11:52:46Z
Klik
Menaker Yassierli jadi Narsum di BBPVP Bandung: BLK jadi Pusat Telenta dn Inkubator Bisnis



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan Balai Latihan Kerja (BLK) kini tidak lagi sekadar berfungsi sebagai tempat pelatihan kerja, tetapi juga dikembangkan menjadi pusat pengembangan talenta, inkubator bisnis, dan klinik produktivitas guna menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.

Transformasi tersebut menjadi bagian dari strategi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dalam memperkuat pelatihan vokasi yang adaptif, inklusif, dan sesuai kebutuhan industri pada periode 2025–2029.

“BLK tidak hanya sekadar menjadi tempat pelatihan, tetapi juga dikembangkan sebagai Talent and Innovation Hub, klinik produktivitas, serta inkubator bisnis. Fokus Kemnaker adalah memastikan lulusan BLK dapat langsung terserap di dunia kerja atau mampu merintis usaha secara mandiri,” ujar Yassierli saat memberikan arahan kebijakan ketenagakerjaan 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, Jawa Barat, Jumat (8/5/2026).

Dalam arahannya, Yassierli menjelaskan penguatan link and match antara pelatihan vokasi dan kebutuhan industri menjadi fokus utama pemerintah dalam menghadapi dinamika pasar kerja dan perkembangan teknologi.

Selain optimalisasi BLK, Kemnaker juga memprioritaskan perlindungan pekerja informal, penyediaan lapangan kerja yang inklusif, serta penguatan regulasi ketenagakerjaan, termasuk aturan terkait platform digital dan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Untuk mendukung transformasi tersebut, pengelolaan BLK kini diarahkan menggunakan pendekatan user journey approach atau alur pencari kerja. Melalui pendekatan ini, layanan BLK dirancang lebih terintegrasi mulai dari proses pendaftaran, pelatihan, hingga penempatan kerja.

“Kemnaker mendesain ulang alur layanan BLK agar lebih berfokus pada kebutuhan pencari kerja. Pelatihan tidak lagi hanya berorientasi pada materi di kelas, tetapi juga mengedepankan metode Project-Based Learning dan program magang langsung di industri,” katanya.

Menurut Yassierli, metode pelatihan berbasis proyek dan pengalaman langsung di dunia industri dinilai lebih efektif dalam meningkatkan kompetensi sekaligus kesiapan kerja peserta pelatihan.

Menaker Yassierli


Kemnaker juga terus memperkuat kolaborasi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), perguruan tinggi, serta berbagai komunitas untuk membangun ekosistem pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang lebih terintegrasi.

Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi akan dioptimalkan untuk memetakan kebutuhan pasar kerja secara lebih akurat sehingga program pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri.

“Data akan menjadi dasar dalam menentukan pelatihan yang tepat sasaran sekaligus mempermudah evaluasi terhadap dampak program pelatihan yang dijalankan,” ujarnya.

Yassierli menambahkan, keberhasilan transformasi BLK juga memerlukan dukungan strategi komunikasi publik yang lebih aktif agar masyarakat semakin mengenal dan memanfaatkan layanan pelatihan vokasi yang tersedia.

“Dengan sinergi data, kolaborasi yang kuat, dan pendekatan humas yang proaktif, kami yakin BLK akan menjadi motor penggerak SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045,” katanya. (*/red).

×
Berita Terbaru Update