![]() |
| Wali kota Bandung M.Farhan memberikan keterangan pers terkait Layanan Psikologi Klinis di 12 Puskesmas |
“Di setiap UPTD atau puskesmas ini
ada pelayanan psikologi klinis untuk konseling. Saat ini sudah ada di 12
puskesmas di Kota Bandung,” ujarnya.
Adapun 12 puskesmas yang telah
menyediakan layanan tersebut yakni Puskesmas Babakan Sari, Garuda, Cibuntu,
Cipamokolan, Kopo, Puter, Padasuka, Ibrahim Adjie, Sukarasa, Pasirkaliki,
Salam, dan Cipadung.
Farhan menjelaskan, setiap
puskesmas nantinya akan memiliki satu psikolog klinis yang bertugas memberikan
layanan konseling setiap hari kerja. Dalam sehari, layanan tersebut ditargetkan
dapat menangani hingga 10 pasien.
Menurutnya, penguatan layanan
kesehatan mental menjadi kebutuhan mendesak di Kota Bandung. Pasalnya, gangguan
psikologis saat ini tidak hanya terjadi pada kelompok usia produktif, tetapi
juga mulai banyak ditemukan pada anak usia sekolah dasar.
“Salah satu indikator yang
menakutkan buat saya adalah percobaan bunuh diri di Kota Bandung, tiap hari ada
saja beritanya. Ini harus dicegah dengan sangat serius,” katanya.
Selain memperkuat layanan
konseling, Pemkot Bandung juga mulai melakukan langkah pencegahan di sejumlah
titik yang dinilai rawan menjadi lokasi percobaan bunuh diri. Namun demikian,
Farhan menilai upaya utama tetap harus dimulai dari penguatan layanan kesehatan
mental di fasilitas kesehatan.
Ia menambahkan, penunjukan 12 puskesmas sebagai tahap awal bukan berdasarkan tingkat kepadatan penduduk, melainkan kesiapan fasilitas dan sumber daya kesehatan yang tersedia.

Farhan saat melounching Layanan Psikologi Klinis di 12 Puskesmas
Menurutnya, layanan psikologi
klinis membutuhkan ruang khusus dengan tingkat privasi yang tinggi agar
masyarakat merasa aman dan nyaman saat berkonsultasi.
“Pertimbangan utamanya adalah
kesiapan ruang. Untuk psikologi klinis ini tidak boleh sembarangan, privasinya
harus sangat kuat,” ungkapnya.
Farhan menilai tekanan ekonomi dan
persoalan sosial menjadi faktor utama meningkatnya gangguan kesehatan mental di
masyarakat. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak lagi menganggap
remeh persoalan kesehatan mental dan segera mencari bantuan jika dibutuhkan.
Layanan konseling tersebut terbuka
bagi seluruh masyarakat, baik warga Kota Bandung maupun luar daerah. Menurut
Farhan, fasilitas kesehatan harus dapat diakses siapa saja yang membutuhkan
pendampingan psikologis.
Ia pun mengimbau masyarakat agar
tidak ragu memanfaatkan layanan tersebut. Menurutnya, langkah sederhana seperti
berbagi cerita dan mencari teman berbicara dapat menjadi awal penting dalam
menjaga kesehatan mental.
