Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pemkot Bandung Hadirkan Layanan Psikologi Klinis di 12 Puskesmas

Rabu, 13 Mei 2026 | 15:34 WIB Last Updated 2026-05-13T08:34:56Z
Klik
Wali kota Bandung M.Farhan memberikan keterangan pers terkait Layanan Psikologi Klinis di 12 Puskesmas



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,---  Pemerintah Kota Bandung mulai memperkuat layanan kesehatan mental dengan menghadirkan pelayanan psikologi klinis di 12 puskesmas. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya kasus stres dan gangguan kesehatan mental yang kini juga banyak dialami anak-anak usia sekolah. Peluncuran layanan dilakukan langsung oleh Muhammad Farhan, Selasa (12/5/2026). 


Menurut Farhan, keberadaan layanan psikologi klinis di puskesmas merupakan amanat Permenkes Nomor 19 Tahun 2024 yang mewajibkan tersedianya tenaga psikologi klinis di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

“Di setiap UPTD atau puskesmas ini ada pelayanan psikologi klinis untuk konseling. Saat ini sudah ada di 12 puskesmas di Kota Bandung,” ujarnya.

Adapun 12 puskesmas yang telah menyediakan layanan tersebut yakni Puskesmas Babakan Sari, Garuda, Cibuntu, Cipamokolan, Kopo, Puter, Padasuka, Ibrahim Adjie, Sukarasa, Pasirkaliki, Salam, dan Cipadung.

Farhan menjelaskan, setiap puskesmas nantinya akan memiliki satu psikolog klinis yang bertugas memberikan layanan konseling setiap hari kerja. Dalam sehari, layanan tersebut ditargetkan dapat menangani hingga 10 pasien.

Menurutnya, penguatan layanan kesehatan mental menjadi kebutuhan mendesak di Kota Bandung. Pasalnya, gangguan psikologis saat ini tidak hanya terjadi pada kelompok usia produktif, tetapi juga mulai banyak ditemukan pada anak usia sekolah dasar.

“Salah satu indikator yang menakutkan buat saya adalah percobaan bunuh diri di Kota Bandung, tiap hari ada saja beritanya. Ini harus dicegah dengan sangat serius,” katanya.

Selain memperkuat layanan konseling, Pemkot Bandung juga mulai melakukan langkah pencegahan di sejumlah titik yang dinilai rawan menjadi lokasi percobaan bunuh diri. Namun demikian, Farhan menilai upaya utama tetap harus dimulai dari penguatan layanan kesehatan mental di fasilitas kesehatan.

Ia menambahkan, penunjukan 12 puskesmas sebagai tahap awal bukan berdasarkan tingkat kepadatan penduduk, melainkan kesiapan fasilitas dan sumber daya kesehatan yang tersedia.

Farhan saat melounching Layanan Psikologi Klinis di 12 Puskesmas


Menurutnya, layanan psikologi klinis membutuhkan ruang khusus dengan tingkat privasi yang tinggi agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat berkonsultasi.

“Pertimbangan utamanya adalah kesiapan ruang. Untuk psikologi klinis ini tidak boleh sembarangan, privasinya harus sangat kuat,” ungkapnya.

Farhan menilai tekanan ekonomi dan persoalan sosial menjadi faktor utama meningkatnya gangguan kesehatan mental di masyarakat. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak lagi menganggap remeh persoalan kesehatan mental dan segera mencari bantuan jika dibutuhkan.

Layanan konseling tersebut terbuka bagi seluruh masyarakat, baik warga Kota Bandung maupun luar daerah. Menurut Farhan, fasilitas kesehatan harus dapat diakses siapa saja yang membutuhkan pendampingan psikologis.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan tersebut. Menurutnya, langkah sederhana seperti berbagi cerita dan mencari teman berbicara dapat menjadi awal penting dalam menjaga kesehatan mental.

 “Curhat. Satu curhat, cari teman ngobrol. Kedua ibadah,” tuturnya.

×
Berita Terbaru Update