Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

PWI Kecam Israel Cegat Misi Kemanusiaan ke Gaza, Jurnalis Indonesia Ditahan

Rabu, 20 Mei 2026 | 09:04 WIB Last Updated 2026-05-20T02:04:39Z
Klik
Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir : mengencam tindakan militer Israel



JAKARTA, FAKTABANDUNGRAYA,--- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Gaza, Palestina. Dalam rombongan tersebut terdapat sejumlah jurnalis asal Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan kemanusiaan.


Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menegaskan bahwa tindakan pencegatan terhadap misi sipil, terlebih terhadap jurnalis, merupakan pelanggaran terhadap prinsip perlindungan kerja pers di wilayah konflik.


“PWI mengecam keras tindakan Israel yang menahan rombongan misi kemanusiaan menuju Gaza, termasuk jurnalis Indonesia yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Keselamatan wartawan harus dihormati dan dilindungi dalam kondisi apa pun,” ujar Munir di Jakarta, Selasa (19/5).


Tiga jurnalis Indonesia yang dilaporkan ikut dalam misi tersebut yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.


Munir menilai keberadaan wartawan dalam misi kemanusiaan itu semata-mata untuk menyampaikan fakta dan situasi kemanusiaan kepada publik internasional, bukan menjadi bagian dari konflik.


“Pers hadir untuk menyuarakan fakta dan nilai-nilai kemanusiaan kepada dunia. Tidak boleh ada intimidasi maupun tindakan yang mengancam keselamatan jurnalis,” katanya.


Berdasarkan informasi Kementerian Luar Negeri RI, sedikitnya 10 kapal dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan aparat Israel. Beberapa kapal yang disebutkan antara lain Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.


Hingga kini, kapal yang membawa para jurnalis Indonesia belum dapat dihubungi dan kondisi awak kapal masih belum diketahui secara pasti.


PWI Pusat juga mendukung langkah diplomatik Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri untuk memastikan perlindungan dan keselamatan seluruh warga negara Indonesia yang mengikuti misi tersebut.


Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan terus berkoordinasi dengan Kemlu dan perwakilan RI di sejumlah negara guna memantau perkembangan situasi serta menyiapkan langkah perlindungan bagi para WNI.


Kemlu RI juga telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman untuk mengantisipasi proses perlindungan maupun pemulangan warga negara Indonesia apabila diperlukan. (*/red).

×
Berita Terbaru Update