Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Jalur Afirmasi RMP SPMB 2026, Pemkot Bandung Pastikan Siswa Kurang Mampu Tetap Bisa Sekolah

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:50 WIB Last Updated 2026-06-12T13:50:42Z
Klik
Disdik Kota Bandung menyerahkan bantuan untuk sekolah swasta sebesar Rp.36,35 Miliar kepada 191 Sekolah SD Swasta  dan SMP Swasta se Kota Bandung



BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung memastikan tidak ada anak yang putus sekolah karena alasan ekonomi. Melalui jalur Afirmasi Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, Pemkot Bandung memberikan jaminan akses pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu, baik di sekolah negeri maupun swasta.

 Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, menegaskan bahwa program RMP merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang merata, berkualitas, dan inklusif bagi seluruh warga Kota Bandung.

“Program RMP hadir untuk memastikan peserta didik dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh hak pendidikan yang sama. Baik bersekolah di negeri maupun swasta, mereka tetap mendapatkan dukungan dari pemerintah,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).

Ia menjelaskan, peserta didik yang lolos jalur Afirmasi RMP dan ditempatkan di sekolah swasta tidak perlu khawatir terkait biaya pendidikan. Pemerintah Kota Bandung telah menyiapkan bantuan operasional sebagai pengganti Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan Dana Pengembangan Sekolah (DSP) selama siswa menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkot Bandung telah menyalurkan bantuan pendidikan sebesar Rp36,35 miliar kepada 191 sekolah dengan total penerima manfaat mencapai 17.775 siswa jenjang SD dan SMP pada tahun 2026.

Selain membantu biaya pendidikan, program ini juga memberikan kepastian bagi siswa yang belum diterima pada pilihan sekolah tahap pertama. Calon peserta didik jalur Afirmasi RMP yang tidak lolos seleksi di empat sekolah pilihannya masih memiliki kesempatan untuk mendaftar ke sekolah swasta yang kuota RMP-nya masih tersedia setelah pengumuman hasil seleksi.

Menurut Asep, bantuan pendidikan tersebut akan terus diberikan selama siswa masih memenuhi kriteria RMP dan tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi beban ekonomi keluarga sekaligus mencegah anak-anak usia sekolah kehilangan kesempatan belajar.

Disdik Kota Bandung rapat penyeraan pendidikan bagi siswa RMP untuk SD Swasta dan SMP Swasta




 

Keberhasilan program RMP juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Desi, salah seorang orang tua penerima manfaat, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Sebagai keluarga dengan keterbatasan ekonomi, bantuan RMP memungkinkan anak-anaknya tetap memperoleh pendidikan yang layak.

“Anak-anak saya bisa terus sekolah seperti teman-temannya. Bantuan ini sangat membantu kami, mulai dari kebutuhan sekolah hingga biaya pendidikan,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Kepala SD Kemala Bhayangkari, Hesti Febriati. Menurutnya, bantuan RMP tidak hanya meringankan beban siswa dan orang tua, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan di sekolah.

Dengan pelaksanaan SPMB 2026 yang tengah berlangsung, Pemkot Bandung berharap program RMP dapat menjadi solusi nyata dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu sekaligus memperkuat komitmen menghadirkan pendidikan yang adil, merata, dan berkualitas bagi seluruh warga Kota Bandung. (rob/red).

×
Berita Terbaru Update