![]() |
| Disdik Kota Bandung menyerahkan bantuan untuk sekolah swasta sebesar Rp.36,35 Miliar kepada 191 Sekolah SD Swasta dan SMP Swasta se Kota Bandung |
“Program RMP hadir untuk memastikan
peserta didik dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh hak pendidikan yang
sama. Baik bersekolah di negeri maupun swasta, mereka tetap mendapatkan
dukungan dari pemerintah,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).
Ia menjelaskan, peserta didik yang
lolos jalur Afirmasi RMP dan ditempatkan di sekolah swasta tidak perlu khawatir
terkait biaya pendidikan. Pemerintah Kota Bandung telah menyiapkan bantuan
operasional sebagai pengganti Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan Dana
Pengembangan Sekolah (DSP) selama siswa menempuh pendidikan di sekolah
tersebut.
Sebagai bentuk dukungan nyata,
Pemkot Bandung telah menyalurkan bantuan pendidikan sebesar Rp36,35 miliar
kepada 191 sekolah dengan total penerima manfaat mencapai 17.775 siswa jenjang
SD dan SMP pada tahun 2026.
Selain membantu biaya pendidikan,
program ini juga memberikan kepastian bagi siswa yang belum diterima pada
pilihan sekolah tahap pertama. Calon peserta didik jalur Afirmasi RMP yang
tidak lolos seleksi di empat sekolah pilihannya masih memiliki kesempatan untuk
mendaftar ke sekolah swasta yang kuota RMP-nya masih tersedia setelah
pengumuman hasil seleksi.
Menurut Asep, bantuan pendidikan tersebut akan terus diberikan selama siswa masih memenuhi kriteria RMP dan tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi beban ekonomi keluarga sekaligus mencegah anak-anak usia sekolah kehilangan kesempatan belajar.
![]() |
| Disdik Kota Bandung rapat penyeraan pendidikan bagi siswa RMP untuk SD Swasta dan SMP Swasta |
Keberhasilan program RMP juga
dirasakan langsung oleh masyarakat. Desi, salah seorang orang tua penerima
manfaat, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Sebagai
keluarga dengan keterbatasan ekonomi, bantuan RMP memungkinkan anak-anaknya
tetap memperoleh pendidikan yang layak.
“Anak-anak saya bisa terus sekolah
seperti teman-temannya. Bantuan ini sangat membantu kami, mulai dari kebutuhan
sekolah hingga biaya pendidikan,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Kepala SD
Kemala Bhayangkari, Hesti Febriati. Menurutnya, bantuan RMP tidak hanya
meringankan beban siswa dan orang tua, tetapi juga mendukung peningkatan
kualitas layanan pendidikan di sekolah.
Dengan pelaksanaan SPMB 2026 yang
tengah berlangsung, Pemkot Bandung berharap program RMP dapat menjadi solusi
nyata dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu sekaligus
memperkuat komitmen menghadirkan pendidikan yang adil, merata, dan berkualitas
bagi seluruh warga Kota Bandung. (rob/red).

