Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kenneth Trevi Buktikan Disleksia Bukan Penghalang, Kini Berkarya Sebagai Musisi dan Recording Engineer

Kamis, 18 Juni 2026 | 08:36 WIB Last Updated 2026-06-18T01:36:25Z
Klik
Musisi muda Kenneth Trevi


BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Keterbatasan tidak pernah menghentikan langkah Kenneth Trevi untuk terus berkembang di dunia musik. Musisi muda penyandang disleksia ini kini tidak hanya dikenal sebagai penyanyi, tetapi juga berhasil menapaki peran sebagai penulis lagu dan recording engineer, membuktikan bahwa perbedaan dapat menjadi kekuatan untuk berkarya.

Perjalanan Kenneth mendapat perhatian setelah video musik terbarunya, "Aku Berbeda Aku Bisa", meraih lebih dari 9.000 penayangan di YouTube hanya dalam lima hari sejak dirilis. Lagu tersebut menjadi cerminan perjalanan hidupnya yang penuh proses, keberanian, dan penerimaan diri.

Didampingi produser musik Rulli Aryanto, Kenneth perlahan belajar menulis lirik, memahami proses produksi, hingga menguasai teknis rekaman di studio. Metode belajar bertahap dengan banyak praktik dan pengulangan menjadi kunci keberhasilannya.

“Jangan berhenti pada kalimat Aku Berbeda. Lanjutkan sampai Aku Bisa. Ketika kita berani menunjukkan kemampuan yang dimiliki, orang lain akan melihat nilai besar dalam diri kita,” ujar Kenneth.

Pesan inklusif dalam lagu tersebut semakin kuat melalui keterlibatan 15 anak penyandang down syndrome dalam video musik dan proses rekaman vokal yang turut ditangani Kenneth. Baginya, pengalaman tersebut bukan sekadar proyek musik, melainkan bukti bahwa kesempatan dan kepercayaan dapat membuka ruang bagi siapa pun untuk berkembang.

Musisi muda Kenneth Trevi


Ibunda Kenneth, Yuly Twins, mengatakan perjalanan putranya merupakan hasil dari proses panjang yang dipenuhi ketekunan, dukungan keluarga, dan keberanian untuk terus mencoba meski menghadapi berbagai tantangan.

Kisah Kenneth Trevi menjadi pengingat bahwa setiap individu memiliki potensi untuk tumbuh dan berprestasi. Bagi Kenneth, menjadi berbeda bukanlah alasan untuk berhenti, melainkan titik awal untuk membuktikan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya dan menginspirasi. (M.Fadhli).

×
Berita Terbaru Update