![]() |
| Keterbatasan Air baku untuk warga Bandung. Pemkot Bandung siap berinvestasi jaringan pipa dari Waduk Saguling dan Cirata |
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan,
mengatakan pemerintah tengah mendorong investasi pembangunan jaringan pipa air
baku dari Waduk Saguling dan Cirata yang diproyeksikan mampu memasok hingga
3.500 liter air per detik ke Kota Bandung. Namun, realisasi proyek tersebut
masih menunggu persetujuan dari Indonesia Power dan pembahasan teknis terkait
pasokan air saat musim kemarau.
Selain mencari sumber air baru,
Pemkot Bandung juga mengembangkan inovasi pengolahan air Sungai Cikapundung
melalui proses filterisasi. Air hasil pengolahan itu nantinya dimanfaatkan
untuk kebutuhan non-konsumsi, seperti mandi dan keperluan kebersihan.
Di saat yang sama, upaya
meningkatkan efisiensi jaringan terus dilakukan. Tingkat kehilangan air yang
sebelumnya mencapai 40 persen kini berhasil ditekan menjadi 37 persen melalui
perbaikan infrastruktur dan kolaborasi dengan sejumlah mitra, termasuk
Pemerintah Jepang.
Farhan menegaskan, peningkatan
layanan dilakukan secara bertahap karena Kota Bandung tidak lagi memiliki
sumber air baku yang mencukupi dan masih bergantung pada pasokan dari wilayah
lain. Karena itu, menjaga ketersediaan air dan mengurangi kebocoran menjadi
langkah penting untuk memperluas akses air bersih bagi masyarakat. (rob/red).
.jpeg)