Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Menaker Dorong SDM Unggul, Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 Diumumkan 18 Juni

Senin, 15 Juni 2026 | 08:13 WIB Last Updated 2026-06-15T01:13:14Z
Klik
Dirjen Binalavotas Kemnaker RI, Darmansyah

 
JAKARTA, FAKTABANDUNGRAYA,--- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026. Sebagai bagian dari upaya tersebut, hasil seleksi PVN Batch 2 akan diumumkan pada 18 Juni 2026 melalui platform Skillhub dalam ekosistem SIAPkerja.

Pelatihan vokasi menjadi instrumen penting untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang adaptif, kompeten, dan mampu bersaing di tengah perubahan kebutuhan industri yang semakin dinamis.

Menurutnya, penguatan keterampilan kerja merupakan salah satu kunci dalam menghadapi transformasi ekonomi dan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat di berbagai sektor.

"Pelatihan vokasi harus mampu menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Karena itu, pemerintah terus memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja," ujar Yassierli.

Program PVN Batch 2 sebelumnya telah membuka pendaftaran pada 19 Mei hingga 9 Juni 2026. Selanjutnya, peserta mengikuti tahapan seleksi dan wawancara yang berlangsung pada 10–17 Juni 2026 sebelum hasil akhir diumumkan.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, mengimbau seluruh peserta untuk secara aktif memantau akun Skillhub masing-masing agar tidak tertinggal informasi penting terkait hasil seleksi maupun tahapan lanjutan program.

"Hasil seleksi akan diumumkan pada 18 Juni 2026. Kami meminta peserta memastikan akun Skillhub tetap aktif dan seluruh data yang dibutuhkan telah lengkap agar proses berikutnya dapat berjalan lancar," kata Darmawansyah.

PVN Batch 2 Tahun 2026 menyediakan kuota sebanyak 30.000 peserta yang akan mengikuti pelatihan di berbagai Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), Satuan Pelayanan (Satpel), serta Unit Pelatihan Teknis Daerah (UPTD) Kemnaker yang tersebar di seluruh Indonesia.

Peserta yang dinyatakan lolos akan mengikuti kegiatan kick off dan orientasi program pada 22 Juni 2026 sebagai tahap awal sebelum memasuki proses pelatihan.

Selain memperoleh pelatihan tanpa biaya, peserta juga mendapatkan berbagai fasilitas pendukung berupa makan siang, bantuan transportasi, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, sertifikat pelatihan dari BPVP, hingga sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Menaker Yassierli berharap program ini dapat menjadi jembatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperbesar peluang memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.

"Pembangunan SDM tidak bisa ditunda. Melalui pelatihan vokasi yang tepat sasaran, kita ingin menciptakan tenaga kerja yang produktif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan masa depan," tegasnya.

Dengan kuota puluhan ribu peserta dan pelatihan yang dirancang sesuai kebutuhan industri, PVN 2026 diharapkan menjadi salah satu motor penggerak peningkatan kualitas tenaga kerja nasional sekaligus mendukung agenda besar Indonesia menuju ekonomi yang lebih maju dan berdaya saing.

JAKARTA, FAKTABANDUNGRAYA,--- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026. Sebagai bagian dari upaya tersebut, hasil seleksi PVN Batch 2 akan diumumkan pada 18 Juni 2026 melalui platform Skillhub dalam ekosistem SIAPkerja.

Pelatihan vokasi menjadi instrumen penting untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang adaptif, kompeten, dan mampu bersaing di tengah perubahan kebutuhan industri yang semakin dinamis.

Menurutnya, penguatan keterampilan kerja merupakan salah satu kunci dalam menghadapi transformasi ekonomi dan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat di berbagai sektor.

"Pelatihan vokasi harus mampu menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Karena itu, pemerintah terus memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja," ujar Yassierli.

Program PVN Batch 2 sebelumnya telah membuka pendaftaran pada 19 Mei hingga 9 Juni 2026. Selanjutnya, peserta mengikuti tahapan seleksi dan wawancara yang berlangsung pada 10–17 Juni 2026 sebelum hasil akhir diumumkan.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, mengimbau seluruh peserta untuk secara aktif memantau akun Skillhub masing-masing agar tidak tertinggal informasi penting terkait hasil seleksi maupun tahapan lanjutan program.

"Hasil seleksi akan diumumkan pada 18 Juni 2026. Kami meminta peserta memastikan akun Skillhub tetap aktif dan seluruh data yang dibutuhkan telah lengkap agar proses berikutnya dapat berjalan lancar," kata Darmawansyah.

PVN Batch 2 Tahun 2026 menyediakan kuota sebanyak 30.000 peserta yang akan mengikuti pelatihan di berbagai Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), Satuan Pelayanan (Satpel), serta Unit Pelatihan Teknis Daerah (UPTD) Kemnaker yang tersebar di seluruh Indonesia.

Peserta yang dinyatakan lolos akan mengikuti kegiatan kick off dan orientasi program pada 22 Juni 2026 sebagai tahap awal sebelum memasuki proses pelatihan.

Selain memperoleh pelatihan tanpa biaya, peserta juga mendapatkan berbagai fasilitas pendukung berupa makan siang, bantuan transportasi, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, sertifikat pelatihan dari BPVP, hingga sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Menaker Yassierli berharap program ini dapat menjadi jembatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperbesar peluang memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.

"Pembangunan SDM tidak bisa ditunda. Melalui pelatihan vokasi yang tepat sasaran, kita ingin menciptakan tenaga kerja yang produktif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan masa depan," tegasnya.

Dengan kuota puluhan ribu peserta dan pelatihan yang dirancang sesuai kebutuhan industri, PVN 2026 diharapkan menjadi salah satu motor penggerak peningkatan kualitas tenaga kerja nasional sekaligus mendukung agenda besar Indonesia menuju ekonomi yang lebih maju dan berdaya saing. (*/red). 

×
Berita Terbaru Update