![]() |
| Menaker Yassierli |
Menaker mengungkapkan, Kementerian
Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah menyiapkan skema sertifikasi kompetensi bagi
peserta MagangHub yang telah menyelesaikan program magang. Sedikitnya terdapat
15 bidang kompetensi yang dapat dipilih peserta untuk diuji melalui balai-balai
pelatihan di bawah Kemnaker.
"Peserta MagangHub yang telah
menyelesaikan program magang berkesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi.
Kami telah menyiapkan sekitar 15 bidang kompetensi yang dapat dipilih untuk
diuji di balai-balai pelatihan di bawah naungan Kemnaker," ujar Yassierli.
Menurutnya, sertifikasi kompetensi
menjadi nilai tambah yang penting bagi lulusan program magang. Selain
memperoleh pengalaman praktik kerja, portofolio, dan sertifikat magang, peserta
juga memiliki peluang mendapatkan pengakuan kompetensi yang sesuai dengan
kebutuhan industri.
Yassierli menegaskan, dunia kerja
saat ini semakin mengedepankan keterampilan dan kemampuan yang dapat dibuktikan
secara konkret. Ijazah tidak lagi menjadi satu-satunya tolok ukur dalam proses
rekrutmen tenaga kerja.
"Ke depan, yang dicari industri adalah kompetensi. Mereka tidak hanya melihat seseorang berasal dari sekolah mana, tetapi lebih pada kemampuan yang dimiliki. Kompetensi itu tercermin dari portofolio dan sertifikat kompetensi," tegasnya.

Yassierli bersama peserta MagangHub Batch III
Ia pun meminta para alumni MagangHub
aktif memantau informasi melalui kanal resmi Kemnaker, termasuk terkait jadwal
pendaftaran, pilihan bidang kompetensi, serta tahapan pelaksanaan sertifikasi.
Selain itu, Menaker mendorong
peserta memanfaatkan platform SiapKerja, khususnya fitur KarirHub, yang
menyediakan akses terhadap berbagai peluang kerja di dalam maupun luar negeri.
Saat ini, Kemnaker terus memperluas jangkauan informasi pasar kerja melalui
integrasi SiapKerja dengan sejumlah portal rekrutmen swasta.
Menutup sambutannya, Yassierli
berpesan agar para peserta menjadikan proses belajar sebagai perjalanan yang
berkelanjutan. Menurutnya, kompetensi yang terus diasah akan menjadi modal
utama untuk memenangkan persaingan di pasar tenaga kerja yang dinamis.
"Tingkatkan terus kompetensi
dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Itulah modal utama
untuk bisa bersaing dan meraih peluang kerja yang lebih luas, baik di dalam
maupun luar negeri," pungkasnya. (*/red).
.jpeg)