![]() |
| Salah satu titik pengelolaan Sampah |
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan,
mengatakan percepatan tersebut didukung bantuan 151 mesin Refuse Derived Fuel
(RDF) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta rencana dukungan fasilitas
pengolahan sampah dari Mabes TNI Angkatan Darat di 50 titik yang telah
diusulkan Pemkot Bandung.
Menurut Farhan, tantangan utama
bukan lagi ketersediaan mesin, melainkan penyiapan lahan yang memenuhi syarat,
termasuk memiliki luas minimal 100 meter persegi, akses yang memadai, serta
tidak berada dekat fasilitas publik seperti sekolah maupun puskesmas.
“Berdasarkan pemetaan foto udara, kami telah mengidentifikasi sekitar 220 titik potensial. Saat ini seluruhnya sedang diverifikasi agar pengelolaan sampah berjalan efektif tanpa menimbulkan gangguan bagi masyarakat,” ujarnya di Balai Kota Bandung, Senin (22/6/2026).

Walikota Bandung M.Farhan meninjau pengelolaan sampah
Pemkot menargetkan pada akhir Juli
2026 sedikitnya 20 titik pengolahan sampah sudah dapat ditetapkan, terdiri atas
15 titik bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan lima titik dukungan dari
Mabes TNI AD.
Dengan kapasitas pengolahan antara
lima hingga 10 ton per hari di setiap lokasi, Pemkot Bandung optimistis target
pengurangan sampah sekitar 125 ton per hari dapat mulai terealisasi pada
periode Agustus hingga Oktober 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya
membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih mandiri, berkelanjutan, dan
dekat dengan masyarakat. (Rob/red).
.jpeg)