![]() |
| Lailani Fitrah Ramadhani Putri Indonesia dari Jakarta |
Tidak sekadar menawarkan keharuman,
Sajak Harum hadir dengan filosofi yang menjadikan setiap aroma sebagai medium
untuk menyimpan cerita, membangkitkan memori, dan merepresentasikan perjalanan
hidup penggunanya. Konsep tersebut menjadi daya tarik tersendiri yang langsung
mencuri perhatian pengunjung sejak hari pertama pameran.
Antusiasme terlihat dari ramainya
booth Sajak Harum yang dipadati para pecinta parfum lokal. Banyak pengunjung
rela mengantre untuk mencoba koleksi yang diperkenalkan sekaligus mendalami makna
di balik setiap aroma yang ditawarkan.
Berawal dari Kecintaan pada Dunia
Wewangian
Di balik lahirnya Sajak Harum,
terdapat perjalanan panjang seorang pecinta parfum yang ingin menghadirkan
pengalaman berbeda bagi masyarakat. Pendiri Sajak Harum, Lailani Fitrah
Ramadhani, mengaku kecintaannya terhadap dunia wewangian menjadi fondasi utama
lahirnya brand tersebut.
Selama bertahun-tahun, ia aktif
mengoleksi berbagai jenis parfum dan mempelajari karakter aroma dari beragam
komposisi wewangian. Pengalaman tersebut kemudian berkembang menjadi sebuah
visi untuk menciptakan parfum lokal yang memiliki identitas kuat sekaligus
mampu membangun kedekatan emosional dengan penggunanya.
“Parfum bukan hanya tentang wangi
yang melekat di tubuh. Aroma memiliki kemampuan untuk membangkitkan kenangan,
menghadirkan perasaan tertentu, bahkan menjadi bagian dari identitas seseorang.
Dari situlah Sajak Harum lahir,” ujar Lailani.
Tiga Aroma, Tiga Kisah Berbeda
Pada peluncuran perdananya, Sajak
Harum memperkenalkan tiga koleksi utama yang masing-masing memiliki karakter
dan narasi tersendiri.
Amerta hadir dengan perpaduan aroma
fruity dan musky yang menghadirkan kesan elegan, hangat, serta mudah diterima
berbagai kalangan.
Niskala menawarkan nuansa misterius
dengan karakter yang lebih dalam dan berkesan, cocok bagi mereka yang ingin
tampil berbeda serta meninggalkan jejak aroma yang kuat.
Sementara Kelana merepresentasikan
semangat petualangan, kebebasan, dan eksplorasi tanpa batas, menjadikannya
pilihan bagi pribadi yang dinamis dan penuh energi.
Dari ketiga koleksi tersebut,
Amerta menjadi varian yang paling banyak menarik perhatian pengunjung.
Perpaduan karakter segar dan hangat dinilai mampu menghadirkan kesan mewah
tanpa terasa berlebihan, sehingga cocok digunakan dalam berbagai aktivitas.
Mengangkat Identitas Parfum Lokal
![]() |
| Lailani Fitrah Ramadhani bersama dalamacara Sajak Harum |
Di tengah meningkatnya minat
masyarakat terhadap produk dalam negeri, kehadiran Sajak Harum menjadi bukti
bahwa industri parfum lokal terus berkembang dengan kreativitas dan kualitas
yang semakin kompetitif.
Tidak hanya mengandalkan aroma yang
berkualitas, Sajak Harum juga membangun identitas melalui pendekatan emosional
yang jarang ditemukan pada banyak brand baru. Setiap koleksi dirancang untuk
menjadi bagian dari cerita personal penggunanya, bukan sekadar pelengkap
penampilan.
Konsep tersebut mendapat apresiasi
positif dari para pengunjung yang menilai Sajak Harum berhasil menghadirkan
pengalaman berbeda dalam menikmati sebuah parfum.
Awal Perjalanan Menuju Industri
Wewangian Nasional
Sambutan hangat yang diterima pada
debut perdananya menjadi modal penting bagi perjalanan Sajak Harum di industri
parfum nasional. Bagi Lailani, respons positif masyarakat menjadi motivasi
untuk terus menghadirkan karya terbaik sekaligus memperkuat posisi parfum lokal
di tengah persaingan pasar yang semakin dinamis.
“Kami berharap Sajak Harum dapat
terus tumbuh dan menjadi bagian dari cerita berharga banyak orang. Setiap aroma
yang kami hadirkan memiliki makna dan karakter yang ingin menemani perjalanan
hidup penggunanya,” katanya.
Peluncuran di Surabaya menjadi
langkah awal yang menjanjikan bagi Sajak Harum. Dengan konsep yang kuat,
karakter aroma yang khas, serta dukungan pasar yang positif, brand ini
berpotensi menjadi salah satu nama baru yang diperhitungkan dalam industri
wewangian Indonesia. (M.fadhli/red).
.jpg)
.jpg)