![]() |
| Wamenaker Afriansyah Noor menerima buku Budaya K3 |
Wakil Menteri Ketenagakerjaan
Afriansyah Noor menegaskan, pembangunan ketenagakerjaan tidak hanya
berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan produktivitas, tetapi
juga harus menjamin setiap pekerja memperoleh perlindungan serta dapat bekerja
secara aman, sehat, dan bermartabat.
“Penerapan K3 harus menjadi fondasi
utama keberlanjutan industri nasional. Budaya keselamatan yang matang akan mendorong
perilaku kerja yang lebih aman, pengendalian risiko yang efektif, serta
memperkuat kemampuan perusahaan dalam mencegah kecelakaan dan penyakit akibat
kerja,” kata Afriansyah saat membuka Penilaian Budaya K3 (Safety Culture) di PT
Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah, Selasa
(23/6/2026).
Ia menyampaikan, meskipun tren kecelakaan kerja menunjukkan penurunan, tantangan di sektor industri masih cukup besar. Data menunjukkan jumlah kasus kecelakaan kerja mencapai 462.241 kasus pada 2024 dan menurun menjadi 319.382 kasus pada 2025.
.jpeg)
Afriansyah di PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah,
Afriansyah saat membuka Penilaian Budaya K3 (Safety Culture) di PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah,
Menurut Afriansyah, upaya
pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi
memerlukan transformasi yang lebih mendasar melalui pembentukan budaya
keselamatan yang terintegrasi dalam nilai organisasi, kepemimpinan, dan
perilaku kerja sehari-hari.
Kemnaker mengapresiasi pelaksanaan
penilaian budaya keselamatan di kawasan IMIP sebagai langkah strategis untuk
memetakan kondisi aktual perusahaan sekaligus menyusun langkah perbaikan yang
terukur dan berkelanjutan.
Afriansyah berharap kawasan IMIP
tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan industri dan hilirisasi mineral nasional,
tetapi juga berkembang sebagai model kawasan industri yang memiliki budaya K3
yang kuat, adaptif, dan berkelanjutan.
.jpeg)