Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Wamenaker Afriansyah: Budaya K3 yang Matang Kunci Tekan Kecelakaan Kerja dan Jaga Daya Saing Industri

Rabu, 24 Juni 2026 | 13:50 WIB Last Updated 2026-06-24T06:50:24Z
Klik
Wamenaker Afriansyah Noor menerima buku Budaya K3 


MOROWALI. FAKTABANDUNGRAYA,--- Kementerian Ketenagakerjaan terus memperkuat penerapan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebagai strategi utama menekan angka kecelakaan kerja sekaligus meningkatkan produktivitas dan daya saing industri nasional.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan, pembangunan ketenagakerjaan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan produktivitas, tetapi juga harus menjamin setiap pekerja memperoleh perlindungan serta dapat bekerja secara aman, sehat, dan bermartabat.

“Penerapan K3 harus menjadi fondasi utama keberlanjutan industri nasional. Budaya keselamatan yang matang akan mendorong perilaku kerja yang lebih aman, pengendalian risiko yang efektif, serta memperkuat kemampuan perusahaan dalam mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja,” kata Afriansyah saat membuka Penilaian Budaya K3 (Safety Culture) di PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah, Selasa (23/6/2026).

Ia menyampaikan, meskipun tren kecelakaan kerja menunjukkan penurunan, tantangan di sektor industri masih cukup besar. Data menunjukkan jumlah kasus kecelakaan kerja mencapai 462.241 kasus pada 2024 dan menurun menjadi 319.382 kasus pada 2025.

Afriansyah  di PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah,



Afriansyah saat membuka Penilaian Budaya K3 (Safety Culture) di PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah,

Menurut Afriansyah, upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi memerlukan transformasi yang lebih mendasar melalui pembentukan budaya keselamatan yang terintegrasi dalam nilai organisasi, kepemimpinan, dan perilaku kerja sehari-hari.

Kemnaker mengapresiasi pelaksanaan penilaian budaya keselamatan di kawasan IMIP sebagai langkah strategis untuk memetakan kondisi aktual perusahaan sekaligus menyusun langkah perbaikan yang terukur dan berkelanjutan.

Afriansyah berharap kawasan IMIP tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan industri dan hilirisasi mineral nasional, tetapi juga berkembang sebagai model kawasan industri yang memiliki budaya K3 yang kuat, adaptif, dan berkelanjutan.

“Melalui penguatan budaya keselamatan kerja, kita tidak hanya melindungi pekerja, tetapi juga menjaga keberlanjutan usaha serta meningkatkan daya saing industri Indonesia,” pungkasnya. (*/red).
×
Berita Terbaru Update