Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Zulkifly Chaniago: Budaya Sunda Harus Tetap Hidup di Tengah Arus Modernisasi

Selasa, 02 Juni 2026 | 13:55 WIB Last Updated 2026-06-12T07:08:29Z
Klik
Anggota DPRD Jabar Zulkifly Chaniago bersama anggota DPRD Jabar  saat menghadiri drama kolosal Peuting Munggaran 


BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Pelestarian budaya Sunda harus menjadi komitmen bersama sebagai upaya menjaga identitas dan karakter masyarakat Jawa Barat di tengah derasnya arus modernisasi. Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Jawa Barat, Zulkifly Chaniago, saat memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan pagelaran drama kolosal Peuting Munggaran yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama pemerintah kabupaten dan kota.

Menurut Zulkifly, kegiatan budaya seperti Peuting Munggaran bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan sarana strategis untuk memperkuat jati diri masyarakat Sunda sekaligus menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang berlangsung cepat, budaya daerah harus tetap menjadi fondasi dalam kehidupan masyarakat.

“Budaya Sunda merupakan warisan berharga yang harus terus dijaga dan dikembangkan. Kegiatan kebudayaan seperti ini menjadi ruang penting untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai luhur kepada masyarakat, terutama generasi muda,” ujarnya.

Ia menilai, keberhasilan pagelaran drama kolosal tersebut membuktikan bahwa seni dan budaya tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat. Karena itu, dukungan pemerintah daerah perlu terus diperkuat melalui pembinaan, penyediaan fasilitas, serta program-program pelestarian budaya yang berkelanjutan.

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD, Zulkifly menegaskan pihaknya akan terus mendorong agar program kebudayaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Program budaya harus mampu memberikan dampak nyata terhadap pelestarian nilai-nilai lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pelaku seni dan budaya.

Politisi senior itu juga menyoroti momentum Milangkala Tatar Sunda sebagai refleksi bersama untuk memperkuat identitas budaya daerah. Menurutnya, keberlangsungan budaya Sunda memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, legislatif, seniman, budayawan, komunitas budaya, dan masyarakat luas.

Lebih lanjut, Zulkifly menilai drama kolosal Peuting Munggaran menjadi media edukasi yang efektif dalam menyampaikan sejarah, nilai perjuangan, dan kearifan lokal kepada masyarakat. Melalui kemasan seni yang kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman, pesan-pesan budaya dapat diterima lebih luas oleh berbagai kalangan.

“Pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi yang kuat, budaya Sunda akan tetap tumbuh, berkembang, dan menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat dari generasi ke generasi,” pungkasnya. (syaf/sein). 

×
Berita Terbaru Update