![]() |
| Anggota DPRD Jabar Zulkifly Chaniago bersama anggota DPRD Jabar saat menghadiri drama kolosal Peuting Munggaran |
Menurut Zulkifly, kegiatan budaya
seperti Peuting Munggaran bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan sarana
strategis untuk memperkuat jati diri masyarakat Sunda sekaligus menanamkan
nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Di tengah perkembangan teknologi dan
perubahan sosial yang berlangsung cepat, budaya daerah harus tetap menjadi
fondasi dalam kehidupan masyarakat.
“Budaya Sunda merupakan warisan
berharga yang harus terus dijaga dan dikembangkan. Kegiatan kebudayaan seperti
ini menjadi ruang penting untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai luhur kepada
masyarakat, terutama generasi muda,” ujarnya.
Ia menilai, keberhasilan pagelaran
drama kolosal tersebut membuktikan bahwa seni dan budaya tradisional masih
memiliki tempat di hati masyarakat. Karena itu, dukungan pemerintah daerah
perlu terus diperkuat melalui pembinaan, penyediaan fasilitas, serta
program-program pelestarian budaya yang berkelanjutan.
Sebagai bagian dari fungsi
pengawasan DPRD, Zulkifly menegaskan pihaknya akan terus mendorong agar program
kebudayaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Program budaya harus
mampu memberikan dampak nyata terhadap pelestarian nilai-nilai lokal sekaligus
meningkatkan kesejahteraan para pelaku seni dan budaya.
Politisi senior itu juga menyoroti momentum
Milangkala Tatar Sunda sebagai refleksi bersama untuk memperkuat identitas
budaya daerah. Menurutnya, keberlangsungan budaya Sunda memerlukan sinergi yang
kuat antara pemerintah, legislatif, seniman, budayawan, komunitas budaya, dan
masyarakat luas.
Lebih lanjut, Zulkifly menilai
drama kolosal Peuting Munggaran menjadi media edukasi yang efektif dalam
menyampaikan sejarah, nilai perjuangan, dan kearifan lokal kepada masyarakat.
Melalui kemasan seni yang kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman,
pesan-pesan budaya dapat diterima lebih luas oleh berbagai kalangan.
“Pelestarian budaya bukan hanya
tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Dengan
kolaborasi yang kuat, budaya Sunda akan tetap tumbuh, berkembang, dan menjadi kebanggaan
masyarakat Jawa Barat dari generasi ke generasi,” pungkasnya. (syaf/sein).
