![]() |
| Wali kota Bandung Farhan ajak komunitas berkolaborasi dalam Baksos menekan ketimpangan Sosial |
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan
mengatakan, bantuan sosial penting untuk meringankan beban masyarakat, namun
penyelesaian ketimpangan harus dilakukan secara menyeluruh melalui peningkatan
akses pendidikan, kesehatan, administrasi kependudukan, hingga kesempatan
kerja.
Menurut Farhan, angka Gini Ratio
Kota Bandung yang masih berada di level 0,42 menjadi tantangan yang harus
ditekan secara bertahap hingga mendekati rata-rata nasional. Karena itu, Pemkot
terus memperkuat berbagai program, termasuk pengembangan Pusat Kegiatan Belajar
Masyarakat (PKBM), layanan Universal Health Coverage (UHC), serta percepatan
kepemilikan dokumen kependudukan bagi warga.
Farhan mengapresiasi konsistensi Masyarakat Tionghoa Peduli yang selama ini aktif menjalankan berbagai kegiatan kemanusiaan. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan komunitas menjadi modal penting dalam membangun kesejahteraan yang lebih merata.

Warga Bandung menerima Baksos di pendopo kota Bandung
Sementara itu, Koordinator Bakti
Sosial Masyarakat Tionghoa Peduli, Djoni Toat, menegaskan kegiatan tersebut merupakan
bentuk kepedulian kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang. Ia
berharap kerja sama dengan Pemkot Bandung terus berlanjut agar manfaatnya
semakin luas.
Dalam kegiatan tersebut, bantuan
disalurkan kepada lima lembaga kesejahteraan sosial dan pondok pesantren di
Kota Bandung. Melalui semangat gotong royong dan kolaborasi lintas komunitas,
Pemkot Bandung optimistis upaya menekan ketimpangan sosial dapat berjalan lebih
efektif sekaligus menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat.
(ray/red).
