![]() |
| Petugas BPBD Kota Bandung dibantu warga sedang memberisi pohon tumbang menimpa rumah warga |
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan,
menegaskan kesiapsiagaan menjadi langkah penting mengingat cuaca ekstrem masih
berpotensi terjadi meski peluangnya relatif kecil. Menurutnya, dampak yang
ditimbulkan bisa sangat besar jika hujan berintensitas tinggi mengguyur Kota
Bandung dalam waktu lama.
"Potensinya memang kecil,
tetapi jika terjadi, dampaknya bisa sangat besar. Karena itu BPBD harus selalu
siap," ujar Farhan, Selasa (7/7/2026).
Ia meminta BPBD terus memperbarui peta risiko kebencanaan, memastikan kesiapan personel dan peralatan, serta memperkuat koordinasi dengan seluruh perangkat daerah agar penanganan keadaan darurat dapat dilakukan secara cepat dan efektif.

Petugas BPBD Kota Bandung sedang memberesi pohon tumbang
Selain fokus pada mitigasi, Farhan
juga menekankan pentingnya membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.
BPBD diminta memperluas pelatihan tanggap darurat di setiap kecamatan agar
aparatur kewilayahan, relawan, dan warga memiliki kemampuan menghadapi situasi
darurat.
Menurutnya, kesiapsiagaan
menghadapi bencana merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, masyarakat
diimbau tetap waspada selama musim kemarau dan aktif mengikuti informasi resmi
terkait kondisi cuaca.
Langkah antisipatif tersebut
diharapkan mampu memperkuat ketahanan Kota Bandung dalam menghadapi ancaman
bencana akibat perubahan cuaca ekstrem sekaligus meminimalkan risiko yang dapat
mengganggu keselamatan masyarakat.
.jpeg)