Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

DPRD Jabar Dorong Reaktivasi Bandara Husein Tanpa Mengorbankan Masa Depan BIJB Kertajati

Kamis, 02 Juli 2026 | 23:40 WIB Last Updated 2026-07-02T16:40:04Z
Klik

Wakil Ketua DPRD Jabar Ir.M.Q Uswara



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- DPRD Provinsi Jawa Barat mendukung rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung sebagai upaya memperluas layanan transportasi udara. Namun, kebijakan tersebut diharapkan tidak mengurangi peran maupun keberlangsungan operasional Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka yang telah dibangun melalui investasi besar.


Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, MQ Iswara, menegaskan bahwa kedua bandara harus mampu berjalan secara beriringan dengan fungsi yang saling melengkapi. Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan strategi yang seimbang agar reaktivasi Bandara Husein tidak berdampak pada optimalisasi BIJB Kertajati sebagai aset strategis milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Kami menyambut baik Bandara Husein kembali melayani penerbangan komersial. Namun pemerintah juga harus memastikan BIJB Kertajati tetap berkembang sehingga investasi besar yang telah dikeluarkan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat," ujarnya di Bandung, Kamis (2/7/2026).

Iswara mengingatkan, BIJB Kertajati merupakan proyek strategis yang telah diperjuangkan sejak 2012 melalui proses panjang, mulai dari pembebasan lahan hingga pembangunan infrastruktur pendukung. Meski sempat diproyeksikan menjadi bandara utama Jawa Barat, operasionalnya belum sepenuhnya optimal karena berbagai kendala, termasuk belum rampungnya infrastruktur penunjang pada awal pembangunan.

Karena itu, DPRD Jabar mendorong pemerintah menghadirkan solusi yang saling menguntungkan (win-win solution) agar masyarakat memperoleh kemudahan akses transportasi udara, sekaligus menjaga keberlangsungan BIJB Kertajati.

Iswara memberikan keterangan pers terkait Reaktivasi Bandara Husein  dan keberadaan Bandar BIJB Kertajati


Berbagai langkah pun terus didorong, mulai dari penguatan layanan penerbangan haji dan umrah, pengembangan fasilitas Maintenance, Repair and Overhaul (MRO), hingga membuka peluang kerja sama dengan sektor pertahanan dan industri penerbangan.

Meski demikian, Iswara mengakui pengembangan penerbangan umrah dari Kertajati masih menghadapi tantangan, terutama tingginya biaya transportasi menuju bandara yang menjadi pertimbangan biro perjalanan.

Menurutnya, keberhasilan BIJB Kertajati tidak hanya bergantung pada kelengkapan infrastruktur, tetapi juga strategi bisnis, kemudahan akses, serta kemampuan menarik lebih banyak maskapai untuk membuka rute domestik maupun internasional.

"DPRD berharap Husein dan Kertajati dapat berkembang bersama sesuai perannya masing-masing. Dengan sinergi yang tepat, kedua bandara akan menjadi penggerak konektivitas, pertumbuhan ekonomi, investasi, dan pariwisata Jawa Barat tanpa harus saling mengorbankan," pungkasnya. (*/sein)

×
Berita Terbaru Update