![]() |
| Wakil Ketua DPRD Jabar Ir.M.Q Uswara |
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, MQ
Iswara, menegaskan bahwa kedua bandara harus mampu berjalan secara beriringan
dengan fungsi yang saling melengkapi. Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan
strategi yang seimbang agar reaktivasi Bandara Husein tidak berdampak pada
optimalisasi BIJB Kertajati sebagai aset strategis milik Pemerintah Provinsi
Jawa Barat.
"Kami menyambut baik Bandara
Husein kembali melayani penerbangan komersial. Namun pemerintah juga harus
memastikan BIJB Kertajati tetap berkembang sehingga investasi besar yang telah
dikeluarkan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat," ujarnya di
Bandung, Kamis (2/7/2026).
Iswara mengingatkan, BIJB Kertajati
merupakan proyek strategis yang telah diperjuangkan sejak 2012 melalui proses
panjang, mulai dari pembebasan lahan hingga pembangunan infrastruktur
pendukung. Meski sempat diproyeksikan menjadi bandara utama Jawa Barat,
operasionalnya belum sepenuhnya optimal karena berbagai kendala, termasuk belum
rampungnya infrastruktur penunjang pada awal pembangunan.
Karena itu, DPRD Jabar mendorong pemerintah menghadirkan solusi yang saling menguntungkan (win-win solution) agar masyarakat memperoleh kemudahan akses transportasi udara, sekaligus menjaga keberlangsungan BIJB Kertajati.

Iswara memberikan keterangan pers terkait Reaktivasi Bandara Husein dan keberadaan Bandar BIJB Kertajati
Berbagai langkah pun terus
didorong, mulai dari penguatan layanan penerbangan haji dan umrah, pengembangan
fasilitas Maintenance, Repair and Overhaul (MRO), hingga membuka peluang kerja
sama dengan sektor pertahanan dan industri penerbangan.
Meski demikian, Iswara mengakui
pengembangan penerbangan umrah dari Kertajati masih menghadapi tantangan,
terutama tingginya biaya transportasi menuju bandara yang menjadi pertimbangan
biro perjalanan.
Menurutnya, keberhasilan BIJB
Kertajati tidak hanya bergantung pada kelengkapan infrastruktur, tetapi juga
strategi bisnis, kemudahan akses, serta kemampuan menarik lebih banyak maskapai
untuk membuka rute domestik maupun internasional.
"DPRD berharap Husein dan
Kertajati dapat berkembang bersama sesuai perannya masing-masing. Dengan
sinergi yang tepat, kedua bandara akan menjadi penggerak konektivitas,
pertumbuhan ekonomi, investasi, dan pariwisata Jawa Barat tanpa harus saling
mengorbankan," pungkasnya. (*/sein)
