Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Indonesia dan Turki Sepakati Joint Action Plan 2026–2027, Perkuat Kerja Sama Ketenagakerjaan

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:37 WIB Last Updated 2026-07-24T15:37:47Z
Klik
Indonesia dan Turki resmi menyepakati Joint Action Plan (JAP) 2026–2027 sebagai langkah memperkuat kerja sama bilateral di bidang ketenagakerjaan.



JAKARTA, FAKTABANDUNGRAYA,--- Indonesia dan Turki resmi menyepakati Joint Action Plan (JAP) 2026–2027 sebagai langkah memperkuat kerja sama bilateral di bidang ketenagakerjaan. Kesepakatan ini diharapkan mampu mendorong terciptanya pasar kerja yang lebih inklusif, adaptif, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kedua negara.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Protocol of the First Joint Working Commission (JWC) oleh Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli bersama Menteri Perburuhan dan Jaminan Sosial Republik Turki Vedat Işıkhan di Jakarta, Jumat (24/7). Dokumen itu menjadi implementasi nyata dari Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama ketenagakerjaan yang telah disepakati kedua negara pada 2023.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, Joint Action Plan menjadi pijakan untuk menerjemahkan komitmen diplomatik ke dalam program-program konkret yang memberikan manfaat bagi pekerja dan dunia usaha.

"Kerja sama ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan global sekaligus membangun pasar kerja yang lebih inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Dalam kesepakatan tersebut, kedua negara akan mengembangkan berbagai program strategis, mulai dari penyusunan kebijakan pasar kerja, digitalisasi layanan ketenagakerjaan, penguatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), hingga pengembangan proyek kerja sama internasional.

Menakar RI  Yassierli dan  Menburuh dan Jaminan Sosial Republik Turki Vedat Işıkhan perlihatkan MoU



Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian Indonesia adalah mempelajari konsep Model Factory milik Turki. Konsep ini dinilai sukses mengembangkan balai pelatihan vokasi menjadi pusat peningkatan kompetensi tenaga kerja sekaligus pusat konsultasi bagi usaha kecil dan menengah (UKM) untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Melalui kerja sama tersebut, Indonesia berharap dapat mengadopsi praktik terbaik Turki guna mempercepat transformasi balai pelatihan vokasi agar lebih selaras dengan kebutuhan industri modern serta mampu melahirkan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing global.

Yassierli menegaskan, keberhasilan implementasi Joint Action Plan 2026–2027 akan menjadi tolok ukur kuatnya hubungan bilateral Indonesia-Turki sekaligus memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas SDM, penguatan kelembagaan, dan kesejahteraan pekerja di kedua negara. (*/red).

×
Berita Terbaru Update