![]() |
| Wamenaker Afriansyah Noor berdialog dgn KBRI Tokyo, Lembaga Penempatan TKI, APO dan Pelaku Industry Jepang terkait kebutuhan tenaga kerja asal Indonesia |
Dalam kunjungan tersebut, Kemnaker
berdialog dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, lembaga
pelatihan dan penempatan tenaga kerja, sejumlah perusahaan pengguna tenaga
kerja Indonesia, serta Sekretariat Asian Productivity Organization (APO).
Hasilnya, Jepang masih membuka peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia,
khususnya di sektor otomotif, transportasi, konstruksi, pertanian, hingga
layanan perawatan (caregiving).
Wamenaker Afriansyah Noor
menegaskan, peluang tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber
daya manusia agar mampu memenuhi standar industri Jepang.
"Tenaga kerja Indonesia harus
dibekali keterampilan teknis, kemampuan bahasa Jepang, pemahaman budaya kerja,
serta kemampuan beradaptasi agar siap bersaing di pasar kerja
internasional," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (13/7/2026).
Kemnaker juga mencatat bahwa perusahaan-perusahaan di Jepang menginginkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan praktik yang kuat, memahami prosedur keselamatan kerja, disiplin, serta mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Jepang, termasuk istilah teknis di lingkungan kerja.
.jpeg)
Wamenaker bersama Dubes Indonesia dan Pengusaha Industry Jepang
Temuan tersebut akan menjadi dasar
penyempurnaan program pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, dan kurikulum
pelatihan di Indonesia agar lebih selaras dengan kebutuhan industri global.
Selain peningkatan kompetensi, pemerintah juga akan memperkuat perlindungan
bagi pekerja migran Indonesia melalui pembekalan mental, pendampingan, serta penguatan
layanan selama bekerja di Jepang.
.jpeg)