![]() |
| Menaker RI Yassierli |
Dalam forum tersebut, para menteri
akan membahas empat isu utama, yakni penguatan jaminan sosial dan formalisasi
pasar kerja, peningkatan partisipasi perempuan dan inklusi tenaga kerja,
pengembangan keterampilan serta pemetaan kompetensi, hingga pemanfaatan
teknologi digital bagi seluruh pekerja, termasuk pekerja gig dan platform
digital.
Menaker Yassierli menegaskan,
kehadiran Indonesia di forum BRICS merupakan bagian dari upaya memperluas
kemitraan internasional sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menghadapi
perubahan dunia kerja yang berlangsung semakin cepat.
"Forum BRICS menjadi momentum
penting bagi Indonesia untuk bertukar pengalaman, memperluas kerja sama, dan
memperkuat sinergi dalam menyusun kebijakan ketenagakerjaan yang adaptif
terhadap perkembangan global," ujar Yassierli dalam keterangan resmi,
Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, transformasi pasar
kerja, perubahan kebutuhan kompetensi, serta perlunya memperluas perlindungan
bagi pekerja menjadi tantangan yang harus dijawab melalui kolaborasi
antarnegara.
Indonesia, lanjut Yassierli, siap
berkontribusi aktif dengan berbagi berbagai praktik baik yang telah diterapkan
guna mendorong terciptanya dunia kerja yang lebih inklusif, produktif, tangguh,
dan berkelanjutan.
