Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Musim Kemarau dan Cuaca Ekstrem Ancam Krisis Air, Pertanian di Jabar Mulai Terdampak

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:12 WIB Last Updated 2026-07-16T16:12:55Z
Klik
Petani sedang melihat kondisi tanaman padi yang kekurangan air (foto:ist).



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA – Musim kemarau yang disertai cuaca ekstrem mulai memberikan dampak nyata di sejumlah wilayah Jawa Barat. Krisis air bersih mulai dirasakan masyarakat, sementara lahan pertanian dan perkebunan menghadapi ancaman kekeringan akibat terus menurunnya debit sumber air.

Anggota Komisi IV DPRD Jabar H.Zulkifly Chaniago, BE membenarkan bahwa, di berbagai daerah, sumur warga mulai mongering, sehingga pasokan air bersih semakin terbatas. Kondisi tersebut memaksa masyarakat menghemat penggunaan air, bahkan sebagian harus mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dampak yang lebih besar juga dirasakan para petani. Kekurangan air irigasi mengancam ribuan hektare sawah dan lahan perkebunan, sehingga meningkatkan risiko gagal panen dan menurunnya produktivitas hasil pertanian. Beberapa wilayah di Kabupaten Sumedang, Cirebon, Indramayu, dan Kuningan dilaporkan mulai mengalami kekeringan.

Zulkifly mengatakan, saat dirinya menglaksanakan Pengawasan Pemerintah daerah, aspirasi warga, terkait akan kebutuhan air bersih untuk kebutuhan sehari-sehari. Warga berharap pemerintah daerah melalui BPBD, PDAM, serta instansi terkait segera menyalurkan bantuan air bersih ke daerah terdampak.

Petani menyedot air waduk untuk disalurkan ke sawah pertanian ( Foto:dok.antara)


“Masyarakat meminta pengaturan distribusi air dari Waduk Jatigede di Sumedang dan Waduk Darma di Kuningan agar mampu memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertanian selama musim kemarau”, ujarnya.

Selain krisis air, cuaca panas yang berkepanjangan juga meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, masyarakat diimbau menggunakan air secara hemat, tidak melakukan pembakaran lahan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai dampak cuaca ekstrem.

Langkah cepat pemerintah dalam menjaga ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan sistem irigasi dinilai menjadi kunci untuk mengurangi dampak musim kemarau, menjaga ketahanan pangan, serta melindungi mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian. (syaf/sein).

×
Berita Terbaru Update