![]() |
| Delegasi Negera Asia-Afrika dalam Gala Dinner Asia Afrika Festival di Balai Kota Bandung |
Mewakili Wali Kota Bandung,
Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, mengatakan kopi bukan
sekadar komoditas, tetapi menjadi bahasa universal yang mampu menghubungkan
sejarah, budaya, perdagangan, hingga dialog antarbangsa.
"Semangat Bandung mengajarkan
bahwa dialog lebih kuat daripada konflik, kerja sama lebih bernilai daripada
persaingan, dan keberagaman adalah kekuatan untuk membangun masa depan
bersama," ujarnya saat membacakan sambutan Wali Kota.
Menurut Iskandar, tema From Origins
to Dialogue menggambarkan perjalanan kopi dari Afrika yang kemudian berkembang
di Asia hingga menjadi bagian penting dari budaya dunia. Filosofi tersebut
sejalan dengan semangat Konferensi Asia Afrika yang mengedepankan solidaritas,
perdamaian, dan kemitraan yang setara.
Momentum tersebut juga dimanfaatkan Pemkot Bandung untuk memperkenalkan ekosistem kopi lokal sebagai salah satu kekuatan ekonomi kreatif. Keberhasilan kopi Indonesia, katanya, lahir dari kolaborasi petani, pelaku usaha, roaster, barista, hingga generasi muda yang membawa kopi Nusantara semakin dikenal di tingkat internasional.
.jpeg)
Delegasi Asia-Afrika dalam Gala Dinner di Balai Kota Bandung
Melalui Asia Africa Festival 2026,
Kota Bandung menegaskan komitmennya menjadikan budaya sebagai jembatan
diplomasi sekaligus membuka peluang baru di bidang perdagangan, investasi, pariwisata,
dan ekonomi kreatif demi memperkuat hubungan negara-negara Asia dan Afrika.
Pada kesempatan itu, Iskandar juga
menyampaikan bahwa Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, belum dapat menghadiri
acara karena masih menjalani perawatan medis dan observasi lanjutan. Ia
mengajak seluruh tamu undangan untuk mendoakan agar Farhan segera pulih dan
dapat kembali menjalankan tugas melayani masyarakat. (rob/red).
