Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Wamenaker: Peningkatan Kompetensi Kunci Menjawab Tantangan Dunia Kerja Masa Depan

Selasa, 07 Juli 2026 | 21:40 WIB Last Updated 2026-07-07T14:40:21Z
Klik
Wamenaker Afriansyah Noor membuka kegiatan ASEAN Leader: Dream, Lead, Inspire di Gedung Vokasi Kementerian Ketenagakerjaan, Selasa (7/7/2026).


 
JAKARTA, FAKTABANDUNGRAYA,--- Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi faktor utama agar Indonesia mampu menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin cepat akibat digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, hingga transisi menuju ekonomi hijau.

Saat membuka kegiatan ASEAN Leader: Dream, Lead, Inspire di Gedung Vokasi Kementerian Ketenagakerjaan, Selasa (7/7/2026), Afriansyah mengatakan transformasi dunia kerja telah melahirkan berbagai profesi baru sekaligus mengubah kebutuhan kompetensi industri. Karena itu, kebijakan pasar kerja harus mampu menjembatani kesenjangan antara kemampuan tenaga kerja dan kebutuhan dunia usaha.

"Peningkatan kompetensi harus menjadi prioritas agar tenaga kerja Indonesia mampu beradaptasi dengan perubahan dan memiliki daya saing yang kuat," ujarnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemnaker mendorong lima langkah strategis, yakni memperkuat program reskilling dan upskilling berbasis kebutuhan industri, membangun pasar kerja yang inklusif, memperkuat dialog sosial dan kolaborasi multipihak, memodernisasi layanan ketenagakerjaan melalui digitalisasi, serta mengembangkan program yang mendukung pencari kerja dan kewirausahaan.

 kegiatan ASEAN Leader: Dream, Lead, Inspire di Gedung Vokasi Kementerian Ketenagakerjaan


Selain penguatan di dalam negeri, Kemnaker juga terus memperluas kerja sama bilateral, regional, dan multilateral. Sebagai focal point ASEAN Labour Ministers Meeting (ALMM), Indonesia aktif mengawal berbagai kebijakan strategis untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja di kawasan.

Afriansyah menambahkan, keberhasilan menghadapi masa depan dunia kerja tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga kepemimpinan yang adaptif, inovatif, dan mampu menginspirasi perubahan di tengah pesatnya perkembangan teknologi. (*/red).

×
Berita Terbaru Update