![]() |
| Bandara Husein mulai 14 Agustus siap melayani rute Bandung -Denpasar PP |
Kepastian tersebut
diperoleh setelah Kementerian Perhubungan menyatakan Bandara Husein
Sastranegara memenuhi seluruh persyaratan operasional, mulai dari aspek
keselamatan, keamanan, pelayanan hingga kepatuhan terhadap regulasi
penerbangan.
Persetujuan
operasional pesawat jet tersebut tertuang dalam surat Direktur Jenderal
Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Nomor AU.101/17/4/DRJU.DBU-2026.
Direktur Utama
InJourney Airports, Mohammad Rizal Pahlevi, menyampaikan apresiasi kepada
Kementerian Perhubungan dan seluruh pihak yang mendukung proses optimalisasi
Bandara Husein Sastranegara.
"Optimalisasi
penerbangan di Bandara Husein Sastranegara ini akan mengantarkan perjalanan dan
menyambut wisatawan dengan fasilitas dan pelayanan terbaik serta dilengkapi
nuansa modern yang berpadu dengan budaya Jawa Barat," ujar Rizal, Jumat
(7/8/2026).
Penerbangan jet
perdana dijadwalkan melayani rute Denpasar–Bandung dan Bandung–Denpasar dengan
Garuda Indonesia sebagai maskapai yang mengoperasikannya. Kembalinya pesawat
jet diharapkan memperkuat konektivitas Bandung dengan destinasi wisata dan
pusat ekonomi nasional.
Dari sisi fasilitas, InJourney Airports memastikan terminal telah siap menyambut penumpang. Area keberangkatan dilengkapi 26 konter check-in, mesin self check-in, serta fasilitas pemeriksaan keamanan. Sementara area boarding lounge menghadirkan area komersial, coworking space, dan kids zone.

Selamat Datang, Kami siap melayani keperluan penerbangan anda
Di area kedatangan
tersedia tiga conveyor belt bagasi serta public transport outlet. Fasilitas
pendukung lainnya mencakup enam musala, 22 toilet, dua eskalator dan tiga lift.
Seluruh perangkat
keselamatan penerbangan juga telah dipastikan berfungsi optimal untuk mendukung
kelancaran operasional.
Kembali
beroperasinya pesawat jet di Husein Sastranegara dinilai menjadi momentum
penting bagi Bandung dan Jawa Barat. Selain memperluas pilihan mobilitas
masyarakat, peningkatan konektivitas udara diharapkan ikut menggerakkan sektor
pariwisata, perdagangan dan aktivitas ekonomi daerah. (kyy/red)
