Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kemnaker Perkuat Pelatihan dan Akses Kerja Inklusif bagi Penyandang Disabilitas

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:46 WIB Last Updated 2026-08-08T03:46:14Z
Klik
Kunjungi BPKK Kendari, Menaker Yassierli : Perkuat Pelatihan dan Akses Kerja Inklusif bagi Penyandang Disabilitas



KENDARI, FAKTABANDUNGRAYA,--- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperluas kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas dengan memperkuat pelatihan berbasis kompetensi dan memperluas kemitraan dengan dunia usaha.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan, peningkatan keterampilan menjadi langkah penting agar penyandang disabilitas memiliki daya saing sekaligus mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja.

Hal tersebut disampaikan Yassierli saat mengunjungi Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (5/8/2026). Dalam kunjungan itu, Menaker meninjau langsung program pemberdayaan dan pelatihan tenaga kerja, termasuk bagi penyandang disabilitas.

Saat ini, sebanyak 40 penyandang disabilitas mengikuti pelatihan dan pengenalan dunia kerja di BPKK Kendari sebagai persiapan sebelum ditempatkan pada sektor industri ringan.

"Isu paling penting yang sedang diperjuangkan saat ini adalah pelatihan dan pembekalan terkait penyandang disabilitas agar mereka memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja," ujar Yassierli.

Menurutnya, pelatihan tidak boleh berhenti pada peningkatan keterampilan, tetapi harus terhubung dengan kebutuhan nyata industri. Karena itu, Kemnaker terus mendorong balai pelatihan membangun jejaring dengan perusahaan untuk membuka jalur penempatan kerja yang lebih luas.

Langkah tersebut salah satunya dilakukan BPKK Kendari melalui kegiatan strategis di Makassar yang akan mempertemukan sekitar 50 perusahaan yang memiliki komitmen mempekerjakan penyandang disabilitas. Forum tersebut diharapkan memperkuat sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif.

Yassierli ngobrol dgn peserta pelatihan Disabilitas


 

Yassierli juga menekankan pentingnya optimalisasi fungsi BPKK Kendari yang memiliki cakupan wilayah kerja luas. Balai diharapkan tidak sekadar menjadi tempat pelatihan, tetapi mampu menjadi penggerak kolaborasi dalam memperluas kesempatan kerja masyarakat.

"Balai ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat pelatihan, tetapi juga motor penggerak kolaborasi untuk masyarakat di wilayah kerjanya melalui berbagai tugas dan fungsi yang maksimal," katanya.

Ia pun meminta seluruh balai di lingkungan Kemnaker, baik Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) maupun BPKK, semakin proaktif menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama kelompok yang masih menghadapi hambatan dalam memasuki dunia kerja.

"Kami terus mendorong balai-balai, baik BPVP maupun BPKK di seluruh Indonesia agar lebih proaktif memberikan kontribusi nyata, terutama bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus dalam dunia kerja," pungkasnya. (*/red).

×
Berita Terbaru Update