Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Menaker: Kampus dan Industri Harus Bergandengan Atasi Mismatch Lulusan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:19 WIB Last Updated 2026-08-05T14:19:19Z
Klik
Menaker Yassierli :  Kampus dan Industri Harus Bergandengan Atasi Mismatch Lulusan



KENDARI, FAKTABANDUNGRAYA,--- Ribuan mahasiswa setiap tahun lulus dengan harapan besar memasuki dunia kerja. Namun, tidak sedikit yang akhirnya bekerja di bidang yang jauh dari disiplin ilmu yang dipelajari. Fenomena inilah yang menjadi perhatian serius Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.

Dalam kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (5/8/2026), Yassierli mengungkapkan sekitar 33,5 persen lulusan perguruan tinggi di Indonesia masih bekerja tidak sesuai dengan bidang studinya. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa hubungan antara kampus dan dunia industri harus diperkuat agar lulusan memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan pasar kerja.

"Perguruan tinggi tidak boleh berjalan sendiri. Dunia industri harus menjadi mitra dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja dan mampu menjawab tantangan zaman," tegasnya.

Menaker menilai, selain dibekali ijazah, mahasiswa perlu memiliki sertifikasi kompetensi, kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, berpikir kritis, serta kemampuan beradaptasi yang tidak dapat digantikan oleh kecerdasan artifisial (AI). Ia juga mendorong mahasiswa mengembangkan kompetensi M-Shaped, yakni menguasai beberapa keahlian spesifik yang didukung kemampuan lintas bidang sehingga lebih fleksibel menghadapi perubahan dunia kerja.

Menaker bersama Akademisi dan Mahasiswa Universitas Muhammadyah Kandari



Sebagai bentuk komitmen memperkecil kesenjangan kompetensi, Kemnaker terus memperluas Program Pemagangan Nasional atau MagangHub. Pada 2026, program tersebut ditargetkan menjangkau 150 ribu peserta, meningkat 50 ribu dibanding tahun sebelumnya. Melalui program ini, peserta memperoleh pengalaman kerja langsung di industri sekaligus uang saku setara upah minimum selama enam bulan.

Tak hanya itu, Kemnaker juga memperluas akses pelatihan di Sulawesi Tenggara dengan menaikkan kuota pelatihan dan sertifikasi kompetensi gratis dari 2.000 menjadi 10.000 peserta. Langkah ini diharapkan melahirkan tenaga kerja yang lebih kompeten, adaptif, dan mampu bersaing di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat. (*/red).

×
Berita Terbaru Update