![]() |
| Pengelolaan sampah menjadi Briket RDF di TPST Tegalega Bandung |
Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, mengatakan saat meninjau TPST Tegalega, Rabu (5/8/2026), bahwa proses commissioning masih berlangsung untuk memastikan seluruh peralatan berfungsi optimal sebelum fasilitas tersebut dihibahkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum kepada Pemerintah Kota Bandung.

Sampah sudah diolah dan siap mejadi Briket RDF di TPST Tegalega Bandung
Menurutnya, sejumlah mesin masih
memerlukan penyempurnaan karena spesifikasinya belum sepenuhnya sesuai dengan
karakteristik sampah yang diolah. Meski demikian, uji coba menunjukkan
perkembangan positif dengan mulai dihasilkannya briket RDF sebagai produk
turunan yang memiliki nilai tambah.
"Briket RDF memiliki potensi
pasar yang lebih luas karena dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif,
termasuk untuk kebutuhan pelaku UMKM, sekaligus diminati sejumlah
off-taker," ujar Iskandar.
Pengelolaan sampah daun untuk dijadikan kompos di TPST Tegalega Bandung
Pemkot Bandung menargetkan TPST
Tegalega mampu mengolah sekitar 25 ton sampah per hari. Kapasitas tersebut
bahkan dapat meningkat apabila seluruh sistem telah beroperasi optimal dan
sampah yang masuk sudah melalui proses pemilahan dengan baik.
Melalui pengembangan briket RDF,
Pemkot berharap TPST Tegalega menjadi model pengelolaan sampah modern yang
tidak hanya menekan volume sampah menuju tempat pembuangan akhir, tetapi juga
menghasilkan energi alternatif yang bernilai ekonomi dan mendukung pengelolaan
lingkungan yang berkelanjutan. (ray/red).
