Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

TPSS Gedebage Olah 20 Ton Sampah per Hari, Maggotisasi Tekan Sampah Organik

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:15 WIB Last Updated 2026-08-21T02:15:55Z
Klik
Pengelolaan Sampah di TPSS Gedebage Bandung


BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Pengelolaan sampah di Kota Bandung terus diarahkan agar tidak hanya bergantung pada pembuangan akhir. Salah satunya dilakukan di TPSS Gedebage yang mampu mengolah sekitar 15–20 ton sampah per hari dengan mengandalkan pemilahan, pengomposan, hingga maggotisasi.

Pengelola TPSS Gedebage, Rudi Rudiana, mengatakan sampah yang masuk berasal dari rumah tangga, kegiatan komersial, hingga program Gaslah. Sampah kemudian dipilah berdasarkan karakteristiknya untuk menentukan metode pengolahan yang tepat.

“Yang pertama itu sampah organik pakan maggot. Kedua sampah organik kompos, yang ketiga high value atau rongsok, keempat low value, kelima bahan RDF,” ujar Rudi di TPSS Gedebage, Rabu (19/8/2026).

Sampah organik menjadi komponen terbesar dengan persentase sekitar 50–60 persen. Sebelum dijadikan pakan maggot, sampah terlebih dahulu difermentasi selama dua hingga empat hari untuk mengurangi bakteri negatif dan zat yang berpotensi mengganggu proses maggotisasi.

Dari proses tersebut, TPSS Gedebage mampu mereduksi sekitar 5–8 ton sampah organik setiap hari. Kapasitasnya ditargetkan meningkat hingga 10 ton per hari, terutama jika pasokan sisa makanan atau food waste mencukupi.

Saat ini terdapat 176 biopon berukuran 2,5 x 2,5 meter di area maggotisasi. Sekitar 90 persen di antaranya digunakan untuk proses budidaya maggot, sedangkan sisanya untuk penyimpanan sementara pakan.

Sampah di TPSS Gedebage dikelola jadi Maggot


Rudi menegaskan, maggot di TPSS Gedebage tidak semata-mata dipandang sebagai komoditas budidaya, melainkan sebagai “mesin biologis” untuk mengurangi sampah organik. Maggot yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk rumah maggot di tingkat kelurahan maupun peternak sekitar.

Sementara itu, sisa pengolahan berupa kasgot dimanfaatkan sebagai pupuk. Pemanfaatannya bahkan telah diuji bersama alumni ITB angkatan 1974 di Singaparna, Tasikmalaya. Hasil uji tersebut menunjukkan kasgot berpotensi mengurangi biaya pupuk sekaligus mendukung peningkatan hasil panen.

Ke depan, Rudi mendorong pengelolaan sampah dilakukan secara lebih desentralisasi, yakni sedekat mungkin dengan sumber sampah. Dengan model tersebut, sampah dari satu wilayah tidak perlu diangkut terlalu jauh ke lokasi pengolahan.

“Desentralisasi itu ada TPS di Bandung Timur, Bandung Selatan, Bandung Utara, Bandung Barat. Jadi habis di wilayah masing-masing,” katanya.

Model pengelolaan seperti di TPSS Gedebage diharapkan menjadi bagian dari solusi pengurangan sampah Kota Bandung dari sumbernya, sekaligus mengubah sampah organik menjadi sumber daya yang memiliki nilai guna.

 

×
Berita Terbaru Update