![]() |
| Wali kota Bandung M.Farhan saatmelakukan kegiatan olahraga |
Peningkatan tersebut menjadi kabar
baik di momentum Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026. Pemerintah Kota Bandung
mendorong tren itu terus tumbuh, bukan hanya untuk membangun masyarakat yang
sehat, tetapi juga memperkuat ekosistem olahraga hingga pembinaan atlet
berprestasi.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga
(Dispora) Kota Bandung, Sigit Iskandar, mengatakan Haornas harus menjadi
pengingat bahwa olahraga perlu dijadikan bagian dari kehidupan sehari-hari
masyarakat.
“Diharapkan ke depan warga Bandung
itu tetap berolahraga, sehingga tetap sehat jasmani, sehat rohani, dan sehat
ekonomi,” ujar Sigit.
Menurutnya, pengembangan olahraga
masyarakat harus berjalan beriringan dengan pembinaan olahraga prestasi.
Berbagai agenda dan kegiatan olahraga di Kota Bandung terus didorong untuk
membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat agar aktif bergerak.
Ketua Umum KONI Kota Bandung,
Nuryadi, mengatakan kenaikan angka aktivitas olahraga tersebut menunjukkan
kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga kesehatan semakin kuat.
“Haornas tentunya menjadi momentum
untuk mengajak masyarakat Kota Bandung agar lebih aktif bergerak dan tidak
mager,” kata Nuryadi.
Pertandingan Catur dalam rangka peringatan Haornas Tingkat Kota Bandung 2026
Di sisi lain, KONI Kota Bandung
juga tengah mematangkan pembinaan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi
(Porprov) Jawa Barat 2026. Pembinaan dilakukan secara konsisten dengan
melibatkan atlet, pelatih, dan berbagai pemangku kepentingan.
“Prestasi tidak lahir secara
instan. Dibutuhkan pembinaan yang konsisten, kerja keras atlet, dukungan
pelatih, serta kolaborasi seluruh pihak,” ujarnya.
Pemkot Bandung berharap peningkatan
partisipasi olahraga masyarakat dan penguatan pembinaan prestasi dapat berjalan
beriringan, sehingga budaya hidup aktif sekaligus prestasi olahraga Kota
Bandung terus berkembang. (rer/red).
