![]() |
| Tati dan rombongan Komisi II DPRD Jabar mendorong Satpel BPPTDK Tambakmekar -Subang sebagai penopang Swasembada Daging Jabar |
Dorongan tersebut disampaikan Tati Supriati saat melakukan kunjungan kerja lapangan bersama pimpinan dan anggota Komisi II
DPRD Jawa Barat ke Satpel Tambakmekar, Rabu (2/9/2026).
Kunjungan tersebut difokuskan untuk
mengevaluasi capaian program Tahun Anggaran 2026 sekaligus menajamkan arah program
strategis sektor peternakan untuk Tahun Anggaran 2027. Rombongan Komisi II
diterima Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat, Linda
Al Amin.
Menurut Tati, kebutuhan daging
masyarakat Jawa Barat tidak akan dapat dipenuhi secara berkelanjutan apabila
sektor perbibitan tidak diperkuat sejak awal.
“Jika kita ingin mewujudkan swasembada daging di Jawa Barat, maka kuncinya ada pada penguatan hulu, yaitu balai pembibitan seperti di Tambakmekar ini,” ujar Tati.

Tati Suprtiati didamping pejabat Setpel Tambakmekar meninjau kandang pembibitan ternak unggul
Ia menilai peningkatan sarana dan prasarana, penjagaan kualitas dan kemurnian genetik ternak, serta ketersediaan pakan berkualitas harus menjadi perhatian serius. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga kesinambungan pasokan bibit ternak unggul dan bersertifikat bagi peternak rakyat.
Legislator Fraksi Partai Golkar
dari Daerah Pemilihan Jabar III itu menegaskan, Komisi II DPRD Jawa Barat akan
terus mendorong kebijakan penganggaran yang berpihak pada revitalisasi balai
peternakan dan penguatan peternak kecil di perdesaan.
Menurutnya, pengembangan balai
pembibitan tidak hanya berkaitan dengan produksi ternak, tetapi juga menyangkut
ketahanan pangan dan penguatan ekonomi masyarakat.
“Penguatan sektor hulu harus
berjalan seiring dengan pemberdayaan peternak rakyat. Dengan begitu, ketahanan
pangan dapat terjaga sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di
daerah,” katanya.
Kepala DKPP Jawa Barat, Linda Al
Amin, menyambut positif perhatian dan masukan Komisi II DPRD Jabar terhadap
pengembangan Satpel Tambakmekar.
DKPP Jabar, kata dia, akan terus
mendorong peningkatan kinerja balai pembibitan tersebut sebagai bagian dari
upaya menjaga keberlanjutan produksi ternak dan memperkuat ketahanan pangan
daerah.
Bagi Tati, Satpel Tambakmekar
memiliki posisi strategis yang tidak boleh hanya dipandang sebagai fasilitas
pembibitan. Penguatan balai tersebut harus menjadi investasi jangka panjang
untuk memastikan Jawa Barat memiliki fondasi produksi ternak yang kuat,
mandiri, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dari hulunya sendiri. (adib/sein).
